LAJU DEKOMPOSISI SERASAH DAUN BAKAU (Rhizophora apiculata)

DI SEGARA ANAKAN, TAMAN NASIONAL ALAS PURWO BANYUWANGI

(1995)

 

Oleh : Rosdy Abaza*

Hutan mangrove sebagai suatu ekosistem mampu memproduksi energi berupa bahan terdekomposisi. Bahan ini dihasilkan melalui proses penguraian serasah mangrove, membentuk partikel organik yang disebarkan ke seluruh perairan menjadi unsur hara penting yang akan dimanfaatkan sebagai tambahan suspensi dan deposit oleh berbagai spesies yang sanggup mentoleransi keadaan lingkungan estuaria.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui laju dekomposisi serasah daun bakau (Rhizophora apiculata) di Segara Anakan, Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi.

Metode yang digunakan adalah dengan membuat petak percobaan berukuran 20 x 20 meter untuk tegakan sebanyak 5 petak, sebagai perlakuan. Untuk menghitung laju dekomposisi serasah digunakan kantong serasah yang terbuat dari kain kassa nilon berlobang halus, dengan ukuran 20 x 30 cm. Ke dalam kantong serasah dimasukkan 20 gram serasah daun kering dan diikatkan pada pohon bakau agar tidak terbawa air pasang. Pada masing-masing petak ditempatkan 15 kantong serasah sebagai ulangan yang diambil masing-masing pada 15, 30, 45, 60, dan 75 hari dari saat menempatkan.

Parameter yang diamati adalah berat rata-rata hasil dekomposisi dari setiap kantong tersebut, dan laju dekomposisi serasah dihitung dengan menggunakan rumus William dan Gray.

Analisis data yang digunakan adalah RAK (Rancangan Acak Kelompok) dan uji BNT 5% untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan.

Berdasarkan hasil pengamatan di hutan mangrove Segara Anakan, di antara waktu pengamatan laju dekomposisi paling tinggi terjadi pada 15 hari dari mulai proses dekomposisi, makin lama makin turun hingga akhir pengamatan yaitu 75 hari, yang berarti bahwa laju dekomposisi berkorelasi negatif dengan waktu. Di antara petak percobaan, laju dekomposisi tidak terpengaruh oleh penempatan petak percobaan.



Mahasiswa Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Malang


Kembali