POLA PENYEBARAN EKOLOGIS BEBERAPA JENIS BAMBU

DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO BANYUWANGI, JAWA TIMUR

(2003)

 

Oleh : Akbar Ali*

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penyebaran ekologis dari jenis-jenis bambu dan asosiasinya antar jenis dan dengan jenis lain di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur.

Pengumpulan data dilakukan dengan teknik sampling sistematis menggunakan plot berbentuk lingkaran dengan jari-jari 17,8 meter. Jumlah seluruh plot adalah 50 buah yang membentuk 10 jalur dengan 5 buah plot berada dalam satu jalur. Jarak antara titik pusat plot dengan plot lainnya dalam satu jalur adalah 50 meter. Jarak antar jalur adalah 50 meter. Pencatatan dilakukan dengan mengidentifikasi jenis bambu yang ditemukan, menghitung jumlah individu per rumpun, mengukur diameter rumpun, dan karakteristik jenis dengan mengambil tiga rumpun dan tiga batang per jenis. Semua individu dalam 3 rumpun sampel diukur diameternya pada ketinggian 130 cm dari pangkal batang. Tiga batang bambu yang dijadikan sampel diukur panjang total, serta jumlah dan panjang setiap ruasnya. Selain itu dilakukan juga pencatatan jumlah tumbuhan lain yang banyak terdapat pada areal hutan bambu, dalam hal ini rotan (Calamus sp.) dan lontar (Arecaceae).

Pengolahan data dengan menggunakan rumus pola penyebaran menurut Iwao (1972), menunjukkan bahwa 7 jenis bambu yang ditemukan membentuk pola penyebaran mengelompok.

Uji asosiasi diantara jenis bambu dengan menggunakan rumus pengujian chi-­square (X2) berdasarkan pendekatan ada tidaknya (present and absence) jenis dalam plot sampel menunjukkan asosiasi positif pada pasangan Gigantochloa hasskarliana dengan Schizostachyum silicatum dan pasangan Schizostachyum silicatum dengan Schizostachyum zollingeri, serta asosiasi negatif pada pasangan Bambusa jacobsii dengan Gigantochloa hasskarliana dan pasangan Bambusa jacobsii dengan Schizostachyum silicatum. Sedangkan pasangan jenis lain saling berdistribusi bebas.

Uji asosiasi terhadap jenis bambu dengan jenis tumbuhan lain yang banyak terdapat di lokasi penelitian menunjukkan asosiasi negatif antara jenis Gigantochloa hasskarliana dengan jenis lontar (Arecaceae) serta jenis Bambusa blumeana dan Schzostachyum silicatum dengan jenis rotan (Calamus sp.). Sedangkan jenis bambu yang lain saling berdistribusi bebas dengan kedua jenis tumbuhan tersebut.

Diantara 7 jenis bambu yang ditemukan, terdapat 3 jenis yang merupakan jenis endemik pulau Jawa yaitu Bambusa jacobsii, Gigantochloa manggong, dan Schizostachyum silicatum.


Mahasiswa Jurusan kehutanan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar


Kembali