PENGARUH CARA PEMOTONGAN

TERHADAP PERTUMBUHAN BERBAGAI JENIS BAMBU

DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO BANYUWANGI

(2003)

 

Oleh : Tutung Suprianto*

Kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang luasnya 43.420 Ha, sebagian besar didominasi oleh bambu. Hampir 40% dari luas daratan ditumbuhi oleh berbagai jenis bambu, diantaranya adalah bambu apus, jajang, gesing, benel, ampel, wuluh, lampar, jabal, dan manggong. Bambu merupakan tumbuhan serba guna, tahan lama dan relatif mudah untuk dibuat bahan kerajinan.

Pengambilan seeara berlebihan tanpa melihat daya dukung yang ada dan diimbangi dengan usaha penanaman kembali maka akan menyebabkan berkurangnya jenis-jenis bambu di masa yang akan datang, untuk itu diperlukan suatu upaya yang mengarah kepada pelestarian bambu, baik cara penanaman, sifat tumbuh dan pemanenan yang tepat serta berbagai cara pemeliharaan yang baik.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan perbedaan kecepatan tumbuh bambu setelah pemanenan dengan perlakuan pemotongan di atas satu ruas, 1 meter di atas tanah, dan pemotongan di bagian atas sekitar 5 meter di atas tanah.

Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juni sampai dengan September 2003.

Metode penelitian ini menggunakan rancangan percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial terdiri dari dua faktor, faktor I: pemotongan bambu (P) terdiri dari 3 level, P1: dipotong sampai pangkal buku satu ruas diatas tanah, P2: dipotong sampai pangkal buku diatas 1 meter, P3: dipotong atas pada bagian pucuk sekitar 5 meter, faktor II: jenis bambu (B) terdiri dari 3 level, B1: bambu manggong, B2: bambu gesing, B3: bambu jajang. Data diolah dengan analisis ragam RAK faktorial pada taraf kepercayaan 95%. Apabila terdapat pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perlakuan pemotongan bawah, di atas satu meter dan pada bagian pucuk sekitar 5 meter pada jenis bambu manggong, jajang, dan gesing yang tepat dalam pemanenan mampu mempengaruhi pertumbuhan bambu yang cepat dan lebih baik. Kombinasi perlakuan pemotongan terhadap pertumbuhan jenis bambu manggong, jajang, dan gesing menunjukkan adanya suatu pengaruh yang nyata terhadap jumlah tunas terbaik (P2B2) sebesar 2,33 buah per minggu, tinggi tunas terbaik (P1B2) sebesar 1,23 cm dan diameter batang terbaik (P3B1) sebesar 11,99 cm per minggunya.



Mahasiswa Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Malang


Kembali