STRUKTUR KOMUNITAS TUMBUHAN DI PADANG RUMPUT SADENGAN SEBAGAI HABITAT PENDUKUNG KONSERVASI HERBIVORE

DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO

(2004)

 

Oleh : Dian Purwaning Tyas*

Struktur komunitas tumbuhan padang rumput Sadengan Taman Nasional Alas Purwo menentukan produktivitas serta daya dukung lingkungan bagi herbivor pengunjungnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan luas total area, area terinvasi herba dan area penyedia pakan utama herbivor (area: Gramineae dan Cyperaceae) di padang rumput Sadengan serta untuk mengetahui kerapatan, dominansi, nilai penting. Indeks diversitas serta derajat dan pola penyebaran tumbuhan didalamnya. Penelitian dilakukan pada musim kemarau tahun 2003. Luas area ditentukan dengan pemetaan menggunakan GPS (Global Positioning System). Data hasil pemetaan kemudian diolah dengan menggunakan software ArcGIS 8.0 sehingga diperoleh peta luas total dan penutupan area padang rumput Sadengan yang selanjutnya digunakan untuk menentukan jumlah dan distribusi petak contoh analisis vegetasi. Penentuan struktur komunitas tumbuhan dilakukan menggunakan analisis vegetasi kuantitatif, dengan metode garis menyinggung (Line Intercept) berukuran 16 meter dan didistribusikan secara acak sistematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas total area padang rumput Sadengan pada tahun 2003 adalah ± 66,50 ha, mengalami penyusutan sekitar 20% dari luas semula yaitu ± 82,72 ha pada tahun 1975. Area yang terinvasi herba adalah ± 38,57 ha sedangkan area Gramineae dan Cyperaceae yang tersisa adalah ± 2,85 ha. Ketepeng sapi (Cassia tora) memiliki kerapatan tertinggi 40%, diikuti oleh krinyu (Eupatorium inulifolium) 29%. Dominansi tertinggi oleh C. tora 56%, dan diikuti oleh E. inulifolium 25%. Spesies yang berkodominansi adalah C. tora 90% dan E. inulifolium 39,6%. Penyebaran tumbuhan dominan di padang rumput Sadengan adalah relatif merata dan mengelompok. Tingkat keragaman tumbuhan rendah (H = 1,5).



Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang


Kembali