STRUKTUR PADANG RUMPUT SADENGAN PASCA PEMBABATAN KETEPENG SARI (Casia tora) DAN KRINYU (Eupatorium inullifolium) DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO BANYUWANGI JAWA TIMUR

 (2005)

Oleh : Herlin Wijayanti Sutopo*

            Struktur komunitas tumbuhan padang rumput Sadengan Taman Nasional Alas Purwo menentukan produktifitas serta daya dukung lingkungan bagi herbivora pengunjungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui vegetasi padang rumput Sadengan Taman Nasional Alas Purwo. Penelitian ini dilakukan pada musim kemarau tahun 2005.

Penentuan struktur komunitas tumbuhan dilakukan menggunakan analisis vegetasi kuantitatif dengan metode belt intercept berukuran 16 meter dengan jarak antar transek 100 m dan didistribusikan secara sistematik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cyperus brevifolius memiliki kerapatan yang paling tinggi sekitar 3.73 % diikuti oleh Oxalis corniculata sekitar 2,45 %. Frekuensi tumbuhan rata-rata mengelompok dan Eupatorium inullifolium lebih merata dari pada 25 spesies tumbuhan lainnya. Dominansi tertinggi adalah Eupatorium inullifolium sekitar 0,18 % dn diikuti Leea angulata dan Hyptis suaviolens sekitar 0,11 %. Penyebaran tumbuhan dominan dipadang rumput Sadengan adalah relatif mengelompok. Tingkat keragaman tumbuhan tinggi (H= 2,79). Efektifitas pembabatan belum optimal, hal ini berdasarkan dari hasil penelitian vegetasi tumbuhan yang ada di padang rumput sadengan pasca pembabatan Casia tora dan Eupatorium inullifolium.

 

 

Kata kunci : Struktur Padang rumput Sadengan, pasca pembabatan, TNAP



Mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang


Kembali