DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN POPULASI BAMBU DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO

 (2007)

Oleh : Ir. Supriyadi, M.For.Sc dan Hatma Suryatmojo, S.Hut, M.Si *

            Bambu merupakan tumbuhan khas Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) yang hidup secara alami. Bambu tersebar di hutan pantai dan hutan hujan dataran rendah tropis dan jenisnya yang pernah tercatat berjumlah 13 (Hudiyono, 2006). Sebagai komponen sumberdaya biotik di Taman Nasional Alas Purwo, keberadaan bambu di Taman Nasional Alas Purwo dapat terancam oleh gangguan manusia atau bencana alami. Di sisi lain, bambu di Taman Nasional Alas Purwo juga dapat mengurangi luas habitat tumbuhan lain. Perubahan yang terjadi pada bambu tidak hanya berpengaruh terhadap bambu itu sendiri tetapi berpengaruh juga pada ekosistem dan kehidupan msyarakat. Oleh karena itu, tujuan pengelolaan bambu bukan hanya sebagai usaha untuk mempertahankan keberadaan jenis bambu saja tetapi harus mempertimbangkan semua aspek kelestarian bambu, yaitu kelestarian peranan bambu dalam menyokong sistem penyangga kehidupan, kelestarian biodiversitas bambu, dan kelestarian pemanfaatan bambu.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi, distribusi habitat bambu dan mengetahui kelimpahan bambu di Taman Nasional Alas Purwo. Penelitian dilaksanakan dalam 4 tahapan kegiatan yaitu pengolahan foto udara, interpretasi citra foto udara, pengambilan data lapangan, dan analisis data dan koreksi hasil interpretasi.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa distribusi Bambu di dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo tersebar diseluruh kawasan terutama disepanjang tepi kawasan taman nasional dan terdapat juga mengelompok di bagian tengah kawasan taman nasional. Pada Zona Inti kawasan yang didominasi oleh bambu seluas 3.570,44 ha atau 20,75% dari luas Zona Inti, sementara pada Zona Rimba kawasan yang didominasi bambu seluas 3.838,96 ha atau 15,5% dari luas Zona Rimba. Kelimpahan bambu di wilayah barat memiliki jenis yang lebih beragam (5 jenis) dengan dominasi terbesar adalah bambu Gesing dengan rata-rata 437 rumpun/ha. Pada Wilayah timur ditemukan 2 jenis bambu yang didominasi oleh bambu Gesing dengan rata-rata 628 rumpun/ha. Sebagian besar kawasan yang didominasi bambu mengalami kerusakan dengan intensitas vang berbeda-beda. Rata-rata pengambilan bambu tiap di wilayah barat berkisar antara 20 – 25 batang, sedangkan pada wilayah timur bervariasi antara 21-26 batang. Pertumbuhan rebung bambu pada setiap rumpun yang masih baik berkisar antara 2-5 buah rebung untuk setiap rumpunnya.

 

 

Kata Kunci : bambu, interpretasi foto udara, distribusi, kelimpahan


Kembali