IDENTIFIKASI HABITAT BAMBU (Bambusa sp) UNTUK ASPEK TANAH DAN IKLIM DI KAWASAN TAMAN NASIONAL ALAS PURWO

 (2007)

Oleh : Ir. Ambar Kusumandari, MES*

            Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) merupakan salah satu bentuk kawasan pelestarian alam yang ditujukan untuk melindungi berbagai macam jenis keanekaragaman hayati yang ada dengan tetap memperhatikan kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat di sekitarnya dan dikelola dengan menggunakan sistem zonasi. Kawasan TNAP memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Keadaan ini ditunjukkan dengan ditemukannya berbagai macam jenis tanaman dari tingkat herba, perdu sampai dengan pohon. Beberapa jenis yang dapat ditemui di dalam kawasan TNAP di antaranya adalah jenis bambu. Dibandingkan dengan jenis-jenis tanaman yang lain, jenis-jenis tersebut secara alami mampu tumbuh, berkembang dan beradaptasi dengan baik terhadap kondisi lingkungan sekitar. Keadaan ini tentu saja sangat menarik untuk diteliti sehingga pertanyaan tersebut dapat terjawab.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas lahan di kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang merupakan habitat yang sangat baik bagi jenis bambu (Bambusa sp.).

Dalam penelitian ini dilakukan pengumpulan data primer berupa: hasil pengukuran kedalaman efektif tanah, kondisi geologi dan penutupan lahan. Adapun data sekunder yang diperlukan berupa peta-peta yaitu peta-peta (kelerengan, penggunaan lahan, kondisi geologi dan lahan kritis) dan data mengenai tipe iklim, curah hujan, temperatur dan kelembaban kawasan Taman Nasionai Alas Purwo. Pengambilan sample tanah di lapangan dilakukan dengan mempertimbangkan variasi jenis tanah, jenis bambu dan habitat. Selanjutnya dilakukan penilaian kualitas lahan.

Hasil penelitian menunjukkan:

  1. Jenis bambu yang mendominasi kawasan TNAP adalah gesing yang dapat ditemukan pada berbagai ketinggian tempat. Adapun pola sebaran habitat tegakan bambu mengikuti garis pantai dan pada wilayah tengah kawasan TNAP serta berada pada ketinggian yang relatif rendah yaitu antara 12 sampai dengan 72 meter dpal. Jenis bambu yang ditemukan di kawasan TNAP mayoritas adalah gesing. Jenis yang lain seperti jajang, wuluh, apus dan ampel ditemukan dalam jumlah yang relatif lebih sedikit dari pada gesing, yaitu dalam bentuk kelompok-kelompok kecil. Adapun jenis jalar merupakan jenis yang jumlahnya paling sedikit. Di bagian Timur kawasan TNAP hanya ditemukan jenis gesing, jajang dan wuluh; sedangkan di bagian Barat ditemukan lebih banyak jenis, yaitu gesing, jajang, wuluh, jalar, apus dan ampel.
  2. Kondisi iklim yang baik untuk pertumbuhan bambu di kawasan TNAP mempunyai suhu rata-rata antara 25,4°C sampai dengan 28,6°C dan curah hujan rata-rata sebesar 1.078 mm/th.
  3. Habitat bambu berada pada lahan dengan lereng yang bervariasi dari datar sampai dengan curam (25°). Solum tanah yang ditempati tegakan bambu rata-rata dalam (>60 cm), dengan tekstur tanah geluhan dan struktur anguler blockyl gumpal membulat, serta kandungan bahan organik tergolong sedang dan pH tanah antara 5-6 atau tcrgolong agak masam.

 

 

Kata kunci: habitat, bambu, lahan, Alas Purwo.



Kembali