KERAGAMAN JENIS TUMBUHAN HERBA PENUTUP TANAH YANG BERPOTENSI OBAT DI RESORT ROWOBENDO TAMAN NASIONAL ALAS PURWO

 (2008)

 

Oleh : Aynun Aliyah*

Tumbuhan penutup tanah merupakan tumbuhan yang tumbuh menutup permukaan tanah. Tumbuhan herba termasuk salah satu tumbuhan penutup tanah karena sebagian jenisnya mampu tumbuh menutup tanah-tanah kosong di pekarangan atu hutan. Tumbuhan herba penutup tanah yang terdata di Alas Purwo samapi sat ini masih terbatas pada struktur komunitas tumbuhn di padang rumput, sebagai habitat pendukung konservasi herbivora. Data mengenai tumbuhan herba penutup tanah yang berpotensi obat masih belum tersedia. Oleh karena itu sangat diperlukan penelitian mengenai keragaman jenis tumbuhan herba penutup tanah yang berpotensi obat di Resort Rowobendo TNAP.

Pengambilan sampel tunbuhan herba penutup dilakukan di zona rimba Resort Rowobendo TNAP seluas 210 ha. Pengambilan sampel menggunakan metode jelajah. Sampel tumbuhan yang diperoleh dibuat herbatium dn diidentifikasi berdasarkan tinjauan taksonomi, sedangkan potensi obatnya diketahui berdasarkan riset partisipatori dan literatur.

Hasil penelitian di Resort Rowobendo TNAP diperoleh 28 jenis herba penutup tanah yang meliputi 15 suku dan 26 marga, serta terdapat 9 herba penutup lainnya yang belum teridentifikasi secara lengkap. Kesembilan herba tersebut, terdiri dari satu jenis anggota suku Commelinaceae, dua jenis anggota suku Poaceae, dan enam jenis belum teridentifikasi (unidentified). Diantara 28 jenis herba penutup tanah ditemukan 19 jenis yang diketahui yang berpotensi obat. Jenis-jenis tumbuhan herba penutup tanah berpotensi obat tersebut adalah Ruellia tuberosa L., Cyathula prostrata (L) Blume, Centella asiatica Urban, Colocasia esculenta (L) Schott., Agerantum conyzoides L., Elepahantopus spicatus Juss. Ex Aubl., Mikania mictrantha Kunth, Spilnthes iabadicensis A.H. Moore., Synedrella nodiflora Gaertn., Vernonia cinerea (L) Less., Tridax procumbens L., Ipomoea pes-capre (L) R. Br., Acalypha indica L., Euphorbia hirta L., Phyllanthus niruri L., Phyllanthus urinaria L., Portulaca oleracea L., Borreria laevis Griseb. dan Hedyotis corymbosa Spreng.

 

Tabel 2. Tumbuhan  Herba Penutup Tanah Berpotensi Obat di Resort Rowobendo TNAP dan Cara Penggunaannya

No.

Jenis Tumbuhan

Potensi

Cara Penggunaan

1.

Acalypha indica L. (Anting-anting) Untuk pencahar dan obat sakit mata (Depkes, Tanpa Tahun), antirandang, antibiotik, pelutuh kencing (diuretik) dan penghenti pendarahan (Ipteknet, 2005) Untuk obat yang diminum, herba segar direbus. Setelah dingin, saring dan minum.Untuk pemakaian luar, herba segar digiling sampai halus, lalu dibubuhkan pada daerah yang sakit seperti bisul, koreng, luka berdarah, eksim, radang kulit, atau gigitan ular. Cara lain, herba utuh direbus selanjutnya, air rebusannya digunakan untuk mencuci luka atau koreng (Ipteknet, 2005)

2.

Agerantum conyzoides L. (Babandotan, Wedusan) Mengobati trachoma, luka-luka demam, panas, radang usus (Wuryanti, 2006). Mengobati buang air besar berdarah (Sirat et al., 1990). Obat diare dan disentri (PDII-LIPI, Tanpa Tahun), menghilangkan bengkak, menghentikan pendarahan, stimulan tonik dn peluruh kencing (Hariana, 2005) Untuk penurun panas dan disentri: akar herba direbus selama setengah jam sampai airnya mendidih, kemudian disaring, airnya diminum. Obat luka (obat luar): daunnya ditumbuk dan dicampur dengan sedikit kapur sirih. Obat diare: daun direbus selama kurang lebih seperempat jam kemudian disaring, airnya diminum (PDII-LIPI, Tanpa Tahun)

3.

Borreria laevis Griseb. (Jugul, Katumpang lemah) Obat anti dibetes (Sayekti et al., 1994) Untuk diminum, herba segar direbus. Setelah dingin disaring, airnya diminum

4.

Centella asiatica Urban (Tikusan, Pegagan) Menyembuhkan sariawan mulut atau afthae, obat kusta, lepra, anti infeksi, antitoxic, penurun panas dan peluruh air seni, mengobati keracunan gelsemium rlegans, arsenic, hipertensi, ambeien, mata merah, bengkak, sakit kepala, muntah darah, batuk darah, infection hepatitis, campak, batuk, mimisan, menambah nafsu makan (Asiamaya, 2005) Untuk peluruh air seni digunakan serbuk daun herba, diseduh dengan air panas, kemudian setelah dingin disaring dan diminum sekaligus (Depkes, Tanpa Tahun).

5.

Colocasia esculenta (L) Schott. (Talas, Tales) Obat sakit berak darah dan kulit tangkai daunnya untuk pembalut luka baru (Depkes, Tanpa Tahun), sebagai obat sakit perut (Sarajar et al., 1994) Untuk sakit berak darah: bagian umbi dikupas, dicuci, diparut, diperas dan disaring kemudian langsung diminum (Depkes, Tanpa Tahun). Daun dipanaskan lalu ditempelkan pada perut yang sakit (Sarajar et al., 1994)

6.

Cyathula prostrata (L) Blume (Kendiran, Upan-upan) Obat disentri, kolera (Wuryanti, 2006). Obat batuk anak (Heyne,1987) Akar direbus, diambil airnya untuk obat batuk anak (Heyne,1987)

7.

Elepahantopus spicatus Juss. Ex Aubl. (-) Mengobati diare, tuberculosis, sakit perut dan kram otot perut (Susanti, 2007)

8.

Euphorbia hirta L. (Patikan kebo) Sebagai anti inflamasi, radang tonsil, radang paru-paru, radang usus, asma, bronchitis, disentri, kurang darah, radang selaput lendir mata (Wuryanti, 2006). Untuk obat yang diminum: dapat diseduh dengan air panas, atau direbus sampai mendidih kemudian disaring dan diminum. Untuk obat luar: daun herba yang masih segar secukupnya ditumbuk halus lalu ditempel pada bagian yang sakit (Ipteknet, 2005)

9.

Hedyotis corymbosa Spreng (Katepan) Mengobati tonsilis, bronchitis, gondongan, pneumonia, radang usus buntu, hepatitis,radang panggul, infeksi saluran kemih, bisul, borok, kanker: lymposarcoma, lambung, cervix, kanker payudara, rectum, fibrosarcoma dan nasophar (Ipteknet, 2005) Untuk diminum: herba direbus sampai mendidih kemudian disaring dan diminum. Untuk memar, pyodermi, gigitab ular, tersiram air panas, rulang patah, terkilir: herba segar dilumatkan untuk dibubuhkan pada tempat yang sakitr. Tersiram air panas: herba segar secukupnya direbus untuk obt pencuci (Ipteknet, 2005)

10.

Ipomoea pes-capre (L) R. Br. (Katang-katang) Sebagai antialergi, antirematik, koreng, bisul, perut mulas, sakit otot (pegal-pegal),wasir, sakit gigi, pembengkakan gusi (Ipteknet, 2005) Untuk diminum: daun segar atau kering direbus. Pemakaian luar: daun segar dilumatkan untuk pemakaian di tempat yang sakit, atau daun segar di rebus untuk cuci atau perasan air dari daun segar untuk di oleskan di tempt yang sakit atau akat dikeringkan, digiling menjadi serbuk/bubuk dan ditempelkan pada bagian yang sakit (Ipteknet, 2005)

11.

Mikania mictrantha Kunth (Lulungan) Mengembalikan nafsu makan (Wulandari dkk, 2007) Daun dikukus lalu dimakan (Wulandari dkk, 2007)

12.

Phyllanthus niruri L. (Meniran) Mengobati asam urat (Intisari, 1999), tekanan darah tinggi, haid tidak teratur, gigi nyeri, kencing kurang lancar, nyeri ginjal, demam, tetanus, kencing batu (Wuryanti, 2006). Untuk peluruh air seni digunakan herba segar, dicuci, dan direbus. Hasil rebusan diminum sehari dua kali pagi dan sore (Depkes, Tanpa Tahun)

13.

Phyllanthus urinaria L. (Meniran) Sebagai peluruh air seni dan penurun panas (Ipteknet, 2005) Untuk peluruh air seni digunakan herba segar, dicuci, dan direbus. Hasil rebusan diminum sehari dua kali pagi dan sore (Depkes, Tanpa Tahun)

14.

Portulaca oleracea L. (Krokot) Sebagai antiretik, analgetik, diuretik, antitoksik, sedative, penurun gula darah, anti Untuk diminum: herba kering direbus, disaring, diambil airnya dan diminum; herba segar dilumatkan, diperas, diambil airnya untuk diminum. Pemakaian luar: daun segar dilumatkan lali ditempelkan  pada bagian yang sakit, sebagai pencuci luka digunakan air rebusan herba segar yang telah dingin (Warta, 2007)

15.

Ruellia tuberosa L. (Pletesan) Mengatasi kembung, melancarkan peredaran darah (Wulandari dkk, 2007), sebagai obat kencing batu (Depkes, Tanpa Tahun) Untuk obat kencing batu herba segar dicuci dan direbus dengan air sampai mendidih, didinginlan dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus (Depkes, Tanpa Tahun)

16.

Spilnthes iabadicensis A.H. Moore. (Pulutan) Mengobati radng selaput sendi, amandel, sariawan, kerusakan gigi, terkilir dan kekurangan vitamin c (Wuryanti, 2006). Bunga di cuci bersih, kemudian dapat langsung dikunyah untuk mengobati sariawan (Sastroamidjojo, 2001)

17.

Synedrella nodiflora Gaertn. (Legetan, Gletang warak) Mengobati encok, masuk angin dan perut mulas (Wuryanti, 2006). Untuk perut mulas digunakan daun segar, dicuci, dan direbus. Hasil rebusan diminum sehari dua kali pagi dan sore (Depkes, Tanpa Tahun)

18.

Tridax procumbens L. (Gletak, Sarunen) Obat sakit perut dan malaria (Depkes, Tanpa Tahun) Daun dapat disebuh dengan air panas seperti teh. Untuk direbus, dosis pengobatan yang biasa digunakan sebanyak dua genggam tangan orang dewasa. Daun direbus dengan dua gelas air dibiarkan mendidih menggunakan api kecil sampai air tersisa satu gelas, disaring dan dibirkan hingga hangat lalu diminum. Sebaiknya diminum rutin setiap hari selama dua minggu (Kartika, 2007)

19.

Vernonia cinerea (L) Less. (Sasawi langit, Nyawon) Mengobati kejang lambung, batuk rejan, sulit melahirkan, perut mulas (Wuryanti, 2006). Demam, panas batuk, disentri, hepatitis, lelah tidak bersemangat, susah tidur, bisul, gigitan ular, luka terpukul, keseleo  (Ipteknet, 2005). Untuk diminum: herba dapat direbus atau diseduh dengan air panas. Untuk pemakaian luar: herba segar dilumatkan, ditempel di tempat yang sakit (Ipteknet, 2005).

 

 


Kembali