EKSPLORASI KAPANG TANAH SERESAH DI EKOSISTEM HUTAN TROPIS, HUTAN CAMPURAN DAN HUTAN PANTAI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO

(2012)

 

Oleh :Kelompok Penelitian Kapang*

lnformasi tentang keanekaragaman kapang di Taman Nasional Alas Purwo belum banyak dilaporkan. Untuk itu, telah dilakukan penelitian tentang keanekaragaman kapang tanah serasah hingga tingkat genus yang dapat digunakan sebagai data dasar dalam mempelajari kapang-kapang yang berpotensi selulolitik, lignoseluolitik, pektinolitik dan penghasil enzim-enzim lainnya melalui karakter mofologi makroskopis dengan metode kualitatif. Pengambilan sampel tanah serasah dilakukan pada tiga ekosistem Taman Nasional Alas Purwo, antara lain:

Hutan Hujan Tropis (yang memiliki vegetasi dominan bambu dan gebang), Hutan Campuran, dan Hutan Pantai (yang memiliki vegetasi dominan pakis dan waru). Pengambilan tanah serasah dilakukan dengan menggunakan cylinder crop setinggi 15 cm untuk tanah seresah di bagian dalam dan 3 cm untuk tanah serasah di bagian permukaan. Sebelum pengambilan sampel tanah serasah, dilakukan pengukuran suhu, kelembaban dan pH tanah dengan menggunakan soil tester dan termometer di tiga lokasi yang berbeda dengan vegetasi yang berbeda pula untuk mengetahui kondisi fisik habitat kapang tanah serasah serta mengetahui hubungan kondisi fisik habitat atau ekosistem dengan keanekaragaman kapang pada masing-masing ekosistem. Untuk mengetahui genus dari kapang, dilakukan pengamatan secara makroskopis. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat 7 genus kapang serasah tanah yaitu Penicillium, Aspergillus, Fusarium, Trichoderma, Rhizopus, Mucor, dan Gliocladium. Ekosistern yang memiliki keanekaragaman paling tinggr adalah ekosistem hutan pantai. Sedangkan genus kapang yang paling potensial adalah Penicillium sp. karena terdapat di ekosistem dengan keadaan fisik yang berbeda.

 

 

Kata kunci: Eksplorasi, Kapang, Taman Nasional Alas Purwo



Mahasiswa Departemen Biologi Universitas Airlangga Surabaya


Kembali