KAJIAN GEOMORFOLOG1 KAWASAN TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DAN SEKITARNYA

(2006)

 

 Oleh : Eko Haryono,SunartoDulbahri,  Emi Dwi Suryanti, I Made Susmayadi*

Semenanjung Blambangan secara fisiografis termasuk dalam zona selatan Jawa (Pannekoek, 1949; Bemmelen, 1970). Kawasan iru oleh kebanyakan orang iebih dikenal dengan nama Alas Purwo. Seperti yang tersirat pada namanya, kawasan ini masih berupa hutan primer yang sejak tahun 1992 telah ditetapkan sebagai kawasan tarn an nasional dengan nama Taman Nasional Alas Purwo TNAP). Kawasan Taman Nasional Alas Purwo mempunyai luasan 43.420 ha, >ang terdiri atas empat macam zonasi, yaitu: 1). Zona Inti, 2). Zona Rimba, 3). Zona Pemanfaatan, dan 4). Zona Penyangga.

Taman Nasional Alas Purwo secara fisiografis tersusun oleh beberapa ienis bentuklahan seperti bentuklahan fluvial, organik, marin dan bentuklahan karst. Masing-masing bentuklahan dicirikan oleh adanya perbedaan dalam hal struktur, proses geomorfologi, relief, dan litologi (Strahler,1996). Kondisi geomorfologi kawasan TNAP didominasi oleh bentuklahan karst. Bentuklahan karst dicirikan oleh keberadaan gua karst, omamen gua. dolin, uvala, polje, telaga karst, sungai bawah tanah, lembah kering.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginventarisasi potensi geomorfologi kawasan taman nasional alas purwo dan menyusun data dasar geomorfologi kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis morfografi dilakukan dengan mengamati bentuk luar dari bentuklahan, analisis morfometri ditekankan pada Likuran seperti panjang, lebar, diameter, tinggi, dan kemiringan lereng, analisis morfokronologi dilakukan dengan cara mengaitkan antara bentuklahan dan perubahan stadiumnya yang nampak saat ini dengan lingkungan fisik dan perubahannya selama proses geomorfologi berlangsung.

 

 

Kata kunci : bentuk lahan, proses geomorfologi, potensi geomorfologi



Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta


Kembali