KAJIAN NERACA AIR SUB DAS SEGORO ANAKAN KABUPATEN BANYUWANGI

(2005)

 

Oleh : Dwi Ruswanty*

Walaupun air terdapat dimana-mana namun ketersediaannya terbatas sehingga terjadi ketidakseimbangan distribusi air menurut waktu dengan kecenderungan banjir pada musim penghujan dan kekeringan pada musim kemarau. Kebuatuhan air yang meningkat untuk pertanian dan kebutuhan sehari-hari menjadi masalah didaerah Sub DAS Segoro Anakan yang mengandalkan hujan sebagai sumber air utama. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui neraca air dan prediksi simpanan air dengan pendekatan IPA (Indeks Persediaan Air) di Sub DAS segoro Anakan.

Neraca air diperlukan untuk mengetahui ketersediaan air hujan disuatu wilayah. Metode yang digunakan dalam penelitian menurut Thornthwaite dan Mather (1957) dan data yang diperlukan adalah data rerata curah hujan bulanan, dan rerata suhu bulanan dan nilai water holding capacity. Dari kombinasi antara suhu dan letak lintang suatu daerah akan diperoleh evapotranspirasi potensial, selanjutnya ditentukan nilai deficit dan surplus air yang terjadi. Nilai indeks persediaan air (IPA)  diperoleh dari perhitungan data potensi air (run off) dan data kebutuhan air.

Dari hasil analisis menunjukkan bahwa pada musim kering daerah ini mengalami deficit air sebesar 0,10 mm dan 0,21 mm yang terjadi pada bulan juli-agustus. Pada musim penghujan daerah ini mengalami surplus air sebesar 912,09 mm/tahun. Prediksi simpanan air daerah ini dalam kondisi buruk dengan nilai IPA 0,49. Hal ini  berarti potensi air (curah hujan) tidak mencukupi kebutuhan air daerah tersebut.

 

 

Kata kunci : Defisit, Surplus, IPA (Indeks Persediaan Air)



Mahasiswa Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan Fakultas Kehutanan UGM


Kembali