KAJIAN POTENSI MATAAIR TAMAN NASIONAL ALAS PURWO

 (2006)

Oleh : Hatma Suryatmojo dan Sri Astuti Soedjoko*

          Taman Nasional Alas Purwo memiliki kekhasan khusus karena terletak pada kawasan karst di Semenanjung Blambangan. Kawasan karst diketahui memiliki karakteristik khusus dalam hal siklus hidrologi didalamnya. Potensi sumberdaya air terbesar di kawasan karst terdapat pada bagian bawah permukaan yang tersusun oleh sistem drainase bawah permukaan. Air yang muncul ke permukaan biasanya dalam bentuk mata air dengan berbagai karakteristik, tipe dan kualitas. Penelitian ini perlu dilakukan untuk memperoleh data lebih detail tentang potensi mata air yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo.

Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan informasi awal tentang keberadaan lokasi-lokasi mata air. Informasi lokasi mata air dijadikan data untuk penentuan jalur survey. Pada lokasi mata air dilakukan pengukuran potensi debit andalan dengan metode, volumetrik, velocity area dan pelampung. Perekaman titik koordinat lokasi dengan GPS untuk pembuatan peta sebaran mata air. Sampel air diambil untuk dilakukan analisis laboratorium terhadap 6 parameter fisika dan 19 parameter kimia.

Hasil penelitian menunjukkan selama penelitian dilakukan ditemukan 12 titik mata air dengan potensi debit bervariasi antara 0,07 – 16,3 liter/detik. Sebagian besar mata air ditemukan pada bagian sisi barat kawasan karst dengan karakteristik sebagian besar berupa mataair yang keluar dari lorong/goa (descending springs) dan dari rembesan (fracture springs). Hasil uji terhadap parameter fisika yaitu bau, kekeruhan, suhu, warna, rasa dan TDS menunjukkan kualitas yang baik. Hasil uji terhadap parameter kimia masih berada di bawah ambang baku sehingga layak untuk pemanfaatan air bersih. 12 lokasi mata air tersebut masih dimungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung kegiatan di Taman Nasional Alas Purwo ya untuk pembangkit tenaga listrik melalui teknologi mikro hidro, air bersih kegiatan wisata dan untuk daya dukung habitat satwa dan ekosistem.

 

 

Kata kunci: karst, mataair, goa, debit, baku mutu air


Mahasiswa Jurusan KSDH Fakultas Kehutanan UGM


Kembali