Anida Rahmi Damanik
 

PENGEMBANGAN PROGRAM WISATA DI PADANG PENGGEMBALAAN SADENGAN TAMAN NASIONAL ALAS PURWO KABUPATEN BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR

 (2010)

Oleh : Anida Rahmi Damanik

Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) merupakan kawasan pelestarian alam dan salah satu perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah di Pulau Jawa yang memiliki potensi sumberdaya alam cukup tinggi berupa fauna, flora dan terdapat beberapa tipe hutan yang dapat dikembangkan dalam program wisata padang penggembalaan di TNAP. Padang Penggembalaan Sadengan adalah padang rumput semi alami yang terdapat di kawasan TNAP. Sadengan adalah tempat ideal bagi konservasi satwa liar seperti Banteng, Rusa. Babi hutan dan aneka ragam satwa.

Tujuan dari kegiatan Tugas Akhir yaitu mengidentifikasi potensi sumberdaya wisata, karakteristik dan persepsi wisatawan. pihak terkait serta merancang program wisata alam dalam bentuk wisata padang penggembalaan. Kegiatan Tugas Akhir dilaksanakan di Padang Penggembalaan Sadengan dan Jalur Pengamatan Burung (JPB) Resort Rowobendo, SPTN W I Tegaldlimo TNAP Kabupaten Banyuwangi terhitung mulai bulan April- Juni 2010. Metode yang digunakan dalam kegiatan penelilian ini adalah studi literatur. wawancara, kuesioner dan observasi lapang.

Sumberdaya wisata yang terdapat di Padang Penggembalaan berupa flora dan fauna seperti Banteng (Bos favanicus), Rusa (Cervus limorensis), Merak hijau (Pava maticus) dan beberapa jenis burung lainnya. Potensi flora yang ada seperti sadeng (Livistonia rotundifolia) dan gebang (Corypha utari). Berdasarkan karakteristik responden banyak wisatawan yang melakukan wisata dengan tujuan ingin melihat banteng dan merak hijau karena satwa tersebut langka dan menarik.

Pengembangan program wisata yang dirancang yaitu program tidak menginap dengan melakukan pengamatan satwa liar di Padang Penggembalaan Sadengan. Pengembangan program wisata menginap dirancang dengan menggunakan jalur interpretasi. pengamatan burung dan pengamatan satwa liar di padang penggembalaan sadengan. Obyek interpretasi yang dapat dijadikan daya tarik wisata dapat berupa flora, fauna dan obyek fisik lainnya. Pengembangan jalur interpretasi ini dapat dilakukan di Jalur Pengamatan Burung menuju Sadengan. Program menginap yang dirancang tidak banya pengamatan di jalur interpretasi tetapi akan dilakukan juga pengamatan di Padang Penggembalaan Sadengan. Hasil yang diperoleh dari pengembangan program wisata ini adalah nilai pendidikan lingkungan dan pengetahuan.

 

 

Kata kunci: TNAP. Padang Savana Sadengan. Sumberdaya, Pengembangan Program Wisata



Mahasiswa Program Keahlian Ekowisata Program Diploma IPB, Bogor


Kembali