Avian Wicaksono
 

PENGARUH DAYA DUKUNG LINGKUNGAN TERHADAP KECENDERUNGAN PEMILIHAN LOKASI BERTELUR PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea)

DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO, BANYUWANGI SELATAN

(1999)

 

Oleh : Avian Wicaksono

            Dalam siklus hidup penyu terdapat masa bertelur yang merupakan masa penting untuk kelangsungan generasinya. Pengetahuan tentang biologi penyu lebih banyak diperoleh pada saat hewan tersebut berada di darat. Pengetahuan mengenai penyu lekang, Lepidochelvs olivacea relatif masih kurang dibandingkan dengan pengetahuan mengenai jenis penyu lain. Secara alamiah L. olivacea memilih jenis-jenis pantai tertentu untuk bertelur dan menetaskan telurnya. Berbagai kondisi daya dukung Iingkungan akan mempengaruhi penyu laut dalam melakukan pemilihan lokasi pendaratan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh daya dukung lingkungan di kawasan Taman Nasional Alas Purwo terhadap kecenderungan pemilihan lokasi pendaratan L. olivacea dan menentukan kawasan pantai yang paling banyak digunakan untuk pendaratan L. olivacea. Penelitian dilakukan di sepanjang Pantai Trianggulasi sampai Pantai Ngagelan. Sepanjang kawasan penelitian dibagi dalam 70 plot pengamatan masing-masing plot sepanjang 100 m yang berfungsi untuk memetakan titik pendaratan L. olivacea. Faktor daya dukung Iingkungan abiotik dan biotik diamati pada setiap titik pendaratan yang ditemui. Faktor abiotik yang diukur adalah derajat kerniringan pantai, persentase ukuran butiran pasir, jarak pasang tetinggi, suhu dan kelembaban. Persentase ukuran butiran pasir diukur dengan cara penyaringan berganda, kelembaban pasir diukur dengan metode gravimetri sedangkan derajat kemiringan pantai, jarak pasang tertinggi dan suhu masing­masing diukur dengan hagameter, meteran dan termometer. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa L. olivacea mempunyai pola yang khas dalam melakukan pendaratan sehingga dapat dibedakan dengan pola pendaratan jenis penyu yang lain. Daerah pantai di kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang paling sering dipilih untuk lokasi pendaratan L. o/ivacea adalah di sepanjang Pantai Marengan. Total pendaratan yang tercatat selama satu bulan pengamatan sebanyak 34 kali dengan rincian 18 kali pendaratan di Pantai Marengan sisanya masing-masing delapan kali pendaratan di sepanjang Pantai Trianggulasi dan Pantai Ngagelan. Hasil pengukuran derajat kemiringan pantai memperlihatkan bahwa penyu cenderung memilih lokasi pendaratan yang kemiringannya tidak terlalu tinggi dengan rata-rata kemiringan yang tercatat sebesar 11,15°. Persentase ukuran butiran pasir (x) di sepanjang lokasi penelitian secara umum sama didominasi oleh ukuran sedang (0,63mm>x>0,2mm) dengan rata-rata 75,75%. Jarak pasang tertinggi dengan lubang telur mempunyai nilai rata-rata sebesar 8,8 m sehingga lubang te1ur tidak selalu terkena oleh sapuan air laut. L. o/ivacea cenderung meletakkan telurnya di pasir yang bersuhu 29 °C dan dengan rata-rata kelembaban 5,54%. Faktor biotik merupakan faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap pemilihan lokasi pendaratan L. o/ivacea. Faktor biotik tersebut adalah gangguan akibat keberadaan musuh­-musuh alami yaitu musang (Viverra sp.) dan biawak (Varanus sp.) juga aktivitas manusia di sepanjang kawasan pantai. Jenis flora di sekitar lubang telur juga mempengaruhi L. o/ivacea memilih lokasi pendaratan. Flora yang paling banyak. ditemukan di sekitar lubang adalah spesies Pandanus sp.. Flora ini memiliki susunan daun yang rapat sehingga dapat menghalangi pandangan musuh-musuh alami L. o/ivacea saat me1akukan pendaratan.



Mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang


Kembali