Dani Triarso Utomo
 

STUDI KARAKTERISTIK LINGKUNGAN PENELURAN

PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI PANTAI PANCUR-MARENGAN TAMAN NASIONAL ALAS PURWO BANYUWANGI JAWA TIMUR

(2005)

 

Oleh : Dani Triarso Utomo

Penyu laut merupakan hewan langka dan terancam punah. Hewan ini hidup di laut lepas, kawin di perairan dekat pantai, dan bertelur di dataran pantai. Ancaman terhadap kelangsungan hidup penyu semakin besar dengan rusaknya habitat pantai-pantai yang merupakan lingkungan berkembangbiak bagi heawn tersebut. Penyu laut di dunia saat ini tinggal 7 jenis. Salah satu jenisnya adalah Lepidochelys olivacea atau lazim dikenal di Indonesia dengan nama penyu abu-abu/ penyu lekang. Jenis penyu tersebut ditemukan di perairan Indonesia dan sering diketahui bertelur di dataran pantai di beberapa pulau di Indonesia. Salah satu tempat yang sering didarati oleh penyu lekang ini adalah Pantai Pancur-Marengan yang terletak di sebelah selatan Kabupaten Banyuwangi Propinsi Jawa Timur.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lingkungan peneluran penyu lekang di Pantai Pancur-Marengan berkaitan dengan sebaran sarang yang ditemukan. Pengamatan lapangan dilakukan pada tanggal 1-9 Juli 2004 dan dilanjutkan dengan analisa laboratorium pada bulan Agustus 2004. Parameter yang diambil antara lain: jumlah sarang, panjang pantai, lebar pantai, kemiringan pantai, suhu substrat, kadar air substrat, warna butiran substrat, komposisi jenis mineral pada substrat, ukuran butir substrat, bentuk butir substrat, dan komposisi vegetasi terluar pantai.

Wilayah Pantai Pancur-Marengan yang paling banyak dinaiki induk penyu lekang untuk bertelur memiliki karakteristik sebagai berikut: substrat berwarna abu-abu gelap, kelompok mineral yang dominan adalah logam, kemiringan pantai rata-rata adalah 3,25°, lebar pantai rata-rata saat pasang naik 3,06 m dan saat pasang turun 27,69 m, suhu substrat rata-rata 29,69 °C, kadar air rata-rata substrat di permukaan 7,94% dan di dalam 10,44%, substrat pasir halus dengan diameter butir dominan 0,125 mm, bentuk butir dominan angular dengan tingkat kebolaan tinggi, dan formasi vegetasi didominasi pandan laut (Pandanus tectorius).

Karakteristik pantai yang dipilih penyu lekang sebagai tempat meletakkan telur-telurnya biasanya berupa hamparan pantai berpasir halus yang luas dan landai dengan substrat berwarna relatif gelap. Selain itu pantai penelurannya harus dilatarbelakangi hutan lebat yang jauh dari keramaian aktifitas manusia.

 



Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Diponegoro Semarang


Kembali

Switch to our mobile site