Eko Purnomo
 

DISTRIBUSI DAN STRUKTUR POPULASI LUTUNG

BUDHENG (Trachypithecus auratus) DAN MONYET

EKOR PANJANG (Macaca fascicularis)

DI ZONA PEMANFAATAN TAMAN NASIONAL ALAS PURWO,

(2003)

 

Oleh : Eko Purnomo

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan struktur populasi Lutung budheng (Trachypithecus auratus) dan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Alas Purwo. Penelitian lapangan dilakukan mulai bulan mei sampai September 2003 melalui metode jelajah (cruising method) dengan pengamatan secara langsung dan tidak langsung pada jalur-jalur pengamatan. Distribusi primate dipetakan dengan GPS dan data koordinat distribusinya diolah dengan mengunakan software ArcGIS 8.0. struktur populasi dianalisis secara deskriptif sebagai data penunjang, dilakukan identifikasi vegetasi pada lokasi dijumpainya koloni primata. Pada seluruh jalur jelajah ditemukan 35 koloni Trachypithecus auratus (332 individu). Populasi rata-rata tiap koloni adalah 9,49 individu dengan koloni terkecil berjumlah 5 dan terbesar 23 individu. Rata-rata komposisi struktur populasi pada masing-masing koloni, terdiri dari, adalah jantan dewasa 2,17, betina dewasa 1,69, jantan muda 1,14, betina muda 1,91, anakan 1,97, dan bayi 0,31. Estimasi populasi individu/km2 untuk Trachypithecus auratus dijalur Rowobendo-Triangulasi sejumlah 217, jalur Sadengan-Pura Luhur Giri Salaka 88, jalur Triangulasi-Pancur 328, jalur Pancur-Gua istana 132, jalur Sadengan-Gua Istana 558, dan jalur Simpang Tiga Sadengan-Sunglon Ombo 158. Untuk Macaca fascicularis ditemukan hanya pada 4 jalur transek dengan populasi total 93 individu (5 koloni). Koloni terkecil berjumlah 5 individu dan terbesar berjumlah 41 individu. Komposisi struktur populasi masing-masing koloni rata-rata adalah, jantan dewasa 3,6; betina dewasa 4; jantan muda 3; betina muda 2,4; anakan 4,2; dan bayi 1,4. Estimasi populasi individu/km2 Macaca fascicularis di jalur Rowobendo-Triangulasi sejumlah 522, jalur Sadengan-Pura Luhur Giri salaka 53, jalur Pancur-Gua istana 156, jalur sadengan-Gua Istana 4, pada jalur Triangulasi-Pancur dan Simpang Tiga Sadengan tidak dijumpai populasi Macaca fascicularis. Perbedaan distribusi disebabkan oleh faktor ketersediaan pakan, jarak jalur jelajah dan kondisi lingkungan disekitarnya. Vegetasi yang dimanfaatkan untuk aktivitas primate tercatat sebanyak 27 jenis tumbuhan.

 

 Kata kunci : Trachypithecus auratus, Macaca fascicularis, Distribusi, Struktur Populasi, Taman Nasional Alas Purwo.



Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya Malang


Kembali