Feri Sukristianto
 

STUDI EKOLOGI MENGENAI HABITAT BERTELUR PENYU LEKANG (Lepidochelys olivaceae) DI PANTAI NGAGELAN TAMAN NASIONAL ALAS PURWO, KABUPATEN BANYUWANGI

(2004)

 

Oleh : Feri Sukristianto

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi habitat peneluran yang dipilih oleh penyu lekang di pantai Ngagelan Taman Nasional Alas Purwo Kabupaten Banyuwangi, yang diharapkan dapat digunakan sebagai informasi dasar dalam upaya mengembangkan media semi alami penetasan penyu lekang.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2003sampai dengan Agustus 2003 di Pantai Ngagelan Taman Nasional Alas Purwo Kabupaten Banyuwangi. Pengamatan dilakukan menggunakan metode deskriptif teknik yakni pengambilan data sekunder dan pengamatan langsung terhadap penyu yang naik ke pantai untuk bertelur serta pengamatan terhadap habitat bertelur.

Panjang pantai pengamatan adalah kurang lebih 15,5 km. Setiap interval 100 rn, pantai pengamatan yang dipilih sebagai tempat bertelur dipasangi patok dan diberi nomor. Kernudian pada setiap interval 200 m di buat petak ukur berukuran 10 rn X 20 rn mengarah ke darat. Parameter yang diukur/diamati antara lain: (1) Jenis-jenis tumbuhan dan persen penutupanya, (2) kornposisi vegetasi dan (3) tinggi rata-rata rumbuhan penutup pasir, selain itu juga dilakukan pengukuran tambahan yaitu mengukur lebar pantai saat pasang. Metode Quarter Charting akan digunakan untuk enentukan persen penutupan dan penutupan total tumbuhan.

Variabel yang diukur di setiap sarang penyu lekang adalah: (1) jarak sarang dari batas pasang tertinggi, (b) jarak sarang dari vegetasi, (c) temperatur pasir di tempat bertelur yang diukur pada saat penyu sedang bertelur, (d) derajat kemiringan pantai tempat bertelur. Selain itu juga dilakukan pengambil sampel pasir di setiap sarang untuk dianalisa di laboratorium.

Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa lebar pantai lebar pantai dengan frekuensi pendaratan tempat bertelur penyu lekang, jarak tempat bertelur dari batas pasang tertinggi dengan lebar pantai, kedalaman tempat bertelur dengan jumlah telur yang dihasilkan, derajat kemiringan pantai tempat bertelur dari batas pasang tertinggi, menunjukkan tidak terdapat hubungan. Sedangkan jarak sarang dari vegetasi dengan lebar pantai menunjukkan adanya hubungan.

Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa penyu lekang lebih memilih pantai yang lebar dengan kisaran antara 13,5-35 meter, relatif agak datar (dengan derajat keminngan pantai tempat bertelur rata-rata 4°), memiIiki pasir yang berwarna gelap dan bertekstur halus (dengan proporsi diameter pasir antara 0,125-­0,25 mm) penutupan vegetasi alaminya cukup rapat (rata-rata penutupan 80,1%), serta jauh dan aktivitas manusia adalah merupakan habitat bertelur yang ideal bagi penyu lekang.

 



Mahasiswa Program Studi Konservasi Sumber Daya Hutan Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar


Kembali