Ika Septya Rini
 

STUDI EKOLOGI PAKAN DAN PERILAKU MERAK HIJAU (Pavo muticus Linnaeus, 1766) DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO JAWA TIMUR

(2005)

 

Oleh : Ika Septya Rini

Merak hijau (Pavo muticus) merupakan salah satu jenis burung yang berbulu indah. Kelangsungan hidup merak hijau pada saat ini sangat terancam. Ancaman terbesar adalah dari kegiatan perburuan baik untuk diambil meraknya, bulu maupun telurnya. Untuk menunjang kelangsungan hidup merak hijau, pemerintah melindungi satwa ini berdasarkan S.K Mentan No. 66/Kpts/Um/211973, SK Mentan No. 30/ll/1991, UU RI No. 5 tahun 1990, PP RI No. 7 tahun 1999 (Noerdjito dan Maryanto, 2001). Dalam status perdagangannya, merak hijau termasuk dalam CITES Appendix II (Mardiastuti dan Soehartono, 2003). Taman Nasional Alas Purwo merupakan salah satu habitat merak hijau. Informasi mengenai pakan merak hijau di alam dan strategi ekologi merak hijau dalam mengeksplorasi pakan di alam serta mempertahankan hidup melalui seleksi habitat belum banyak dilakukan, sehingga diperlukan suatu penelitian yang mendasar mengenai komponen pakan merak hijau di alam dan strategi rnendapatkannya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pakan merak hijau di Taman Nasional Alas Purwo, khususnya mengenai : keanekaragarnan jenis pakan jenis vegetasi yang dimakan merak hijau), palatabilitas pakan (jenis yang dimakan jenis yang disukai), nilai gizi pakan (kandungan bahan kering, lemak, protein, serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen), ekologi pakan (hubungan kondisi pakan terhadap perilaku makan merak hijau) dan perilaku makan (perilaku makan dan strategi merak hijau untuk mendapatkan pakan).

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka survey Pendahuluan. wawancara dan observasi lapangan (analisis vegetasi keanekaragaman jenis pakan, palatabilitas pakan, ekologi pakan dan perilaku makan). Lokasi pengamatan dipilih dengan metode sampling yang terarah (purposive sampling). untuk mengetalui struktur dan komposisi jenis vegetasi pakan di habitat merak hijau dilakukan analisis vegetasi dengan metode garis berpetak Pengamatan jenis dan palatabilitas pakan dilakukan dengan cara pengamatan langsung terhadap merak hijau yang sedang makan. penghitunga nilai gizi diketahui dengan analisis proksimat di Laboratorium Ilmu dan teknologi Pakan, Departemen llmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut pertanian Bogor, terhadap beberapa jenis vegetasi pakan yang mempunyai nilai palatabilitas tinggi pada masing-masing tipe habitat merak hujau. Pengamatan ekologi pakan mgrak hijau adalah dengan melihat hubungan kondisi pakand di alam terhadap merak hijau. Pengamatan perilaku makan dilakukan secara terus menerus, mengikuti aktivitas suatu individu atau kelompok merak hijau yang diamati dalam periode aktivitas, yaitu pukul 05.00-18.00 WIB, terutama pada saat melakukan aktivitas makan pada pagl hari pukul 05.00-10.00 WIB dan sore hari pukul 14.00-18.00 WIB. Semua data yang telah didapatkan dianalisis secara deskriptif.

Terdapat tiga tipe habitat merak hijau di Taman Nasional Alas Purwo, yaitu hutan alam, hutan tanaman dan padang penggembalaan. Berdasakan hasil analisis vegetasi pada lokasi contoh diketahui untuk tipe habitat hutan tanaman didominasi oleh jenis sirih-sirihan (Piper betle) pada tingkat semai, johar (Cassia siamea) pada tingkat pancang dan tiang, jati (Tectona grandis) pada tingkat pohon. Tipe habitat hutan alam, vegetasi tingkat semai didominasi oleh pancal kidang (Aglaia odoratissima), vegetasi tingkat pancang didominasi oleh tutup (Macaranga tanarius), vegetasi tingkat tiang didominasi oleh tutup (Macaranga tanarius), dan pada vegetasi tingkat pohon didominasi oleh winong (Tetrameles nudiflora), sedangkan pada padang penggembalaan Sadengan didominasi oleh rumput teki rawa (Cyperus rotundus).

Merak hijau cenderung memilih tempat makan yang terbuka dan jenis pakan yang mempunyai nilai gizi cukup tinggi. Di hutan tanaman jalur I diketahui terdapat 16 jenis pakan merak hijau, baik berupa rumput liar maupun jenis tanaman tumpangsari. Jenis pakan merak hijau yang mempunyai tingkat palatabilitas tinggi antara lain, daun kacang kedelai (Glycine max), uwi-uwian (Mikania micrantha), meniran (Phyllanthus niruri). Di hutan tanaman jalur II hanya ditemui 4 jenis pakan pada tingkat vegetasi tumbuhan bawah. Beberapa jenis pakan yang mempunyai nilai palatabilitas tinggi pada tipe habitat ini adalah sidaguri (Sida acuta), pahitan (Paspalum conjugatum) dan bangbangan (Ischaemum timorense). Di hutan alam Payaman diketahui terdapat 7 jenis pakan merak hijau dengan jenis pakan yang mempunyai nilai palatabilitas tinggi adalah lamuran (Heteropogon contortus), lulangan (Eleusine indica) dan kerawatan (Cynodon dactylon). Di padang penggembalaan Sadengan diketahui terdapat 16 jenis rumput yang tumbuh liar yang menjadi pakan merak hijau. Dari jenis pakan tersebut yang mernpunyai tingkat palatabilitas tinggi adalah sidaguri (Sida acuta), meniran (Phyllanthus niruri) dan pahitan (Paspalum conjugatum). Merak hijau juga makan serangga, seperti ulat daun semut, jangkrik, belalang daun dan rayap.

Jenis pakan merak hijau yang baik adalah jenis pakan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi merak hijau. Agar dapat memenuhi kebutuhan gizinya, merak hijau makan berbagai jenis pakan yang mempunyai kandungan gizi yang berbeda-beda setiap jenisnya. Berdasarkan hasil analisis proksimat, diketahui jenis pakan merak hijau di alam yang mempunyai nilai gizi tertinggi dan palatabilitas cukup tinggi, yaitu biji rumput lamuran (Heteropogon contortus), Sidaguri (Sida ocuta), Lulangan (Eleusine indica), Pahitan (Paspalum conjugatum) jagung (Zea mays) dan padi (Oryza sativa). Rumput-rumput ini banyak terdapat di padang penggembalaan Sadengan dan areal terbuka di sekitar hutan alam sedangkan jagung dan padi banyak terdapat di areal tumpangsari yang terdapat di sekitar hutan tanaman.

Merak hijau yang ada pada Taman Nasional Alas Purwo setiap harinya harus mencari pakan sendiri sehingga zat gizi yang diperlukan tubuhnya dapat terpenuhi. Jumlah konsumsi pakan merak hijau pada habitat alam, terutama pada Taman Nasional Alas Purwo belum diketahui sehingga belum dapat dinyatakan apakah jumlah konsumsi pakan selama ini sudah memenuhi semua kebutuhan hidup merak hijau atau belum, namun berdasarkan hasil analisis proksimat tersebut dapat diketahui bahwa pada setiap jenis pakan merak hijau mengandung nilai gizi yang diperlukan merak hijau yang cukup tinggi sehingga sampai saat ini merak hijau di Taman Nasional Alas Purwo masih dapat tumbuh dan berkembangbiak.

Merak hijau makan dalam 2 periode, yaitu pagi hari (05.30-08.30) dan sore hari (14.10-17.30). Aktivitas makan dilakukan sambil berjalan. Aktivitas makan jenis pakan yang berupa daun/rumput dilakukan dengan cara rnematuk-matuk daun/rumput kemudian langsung ditelan secara teratur. Ketika makan biji rumput leher dijulurkan, setelah paruh menempel pada biji rumput, maka merak hijau akan menarik biji rumput tersebut dengan menggunakan paruhnya yang diikuti dengan gerakan leher. Untuk jenis pakan yang berupa cabe rawit, merak hijau hanya memilih buah yang berwarna merah. Rata-rata aktivitas makan harian merak hijau jantan adalah 334 menit/hari dan merak hijau betina 253 menit/hari.

Merak hijau melakukan aktivitas makan di tempat terbuka, baik secara individu maupun berkelompok. Dalam satu kelompok merak hijau betina dipimpin seekor merak yang diduga mempunyai umur lebih tua dan mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar. Walaupun terdapat beberapa kelompok merak hijau yang makan bersama, namun meraka akan menjaga jarak antar kelompok sejauh ± 5 m.

Merak hijau melakukan aktivitas minum bersamaan dengan waktu makan. Cara minum merak hijau adalah dengan menjulurkan paruhnya ke dalam air kemudian ditengadahkan dan menghadapkan paruh ke atas sehingga air yang ada pada paruh dapat ditelan. Jumlah tegukan bervariasi antara 30-35 kali tegukan dengan waktu antara 10-13 menit. Selain itu juga pemah terlihat merak hijau yang hanya minum sebentar (3-5 tegukan dalam waktu ± 3 menit). Di hutan tanaman aktivitas ini dilakukan di rawa yang tidak jauh dari areal tumpangsari. Di hutan alam aktivitas minum diiakukan di sumber air terdekat yang ada di hutan alam Payaman yaitu Sumber Njurang dan Rondo Kuning, sedangkan di padang penggembalaan Sadengan aktivitas minum dilakukan di air yang menggenang diantara rumput-rumput.

Merak hijau juga sering ditemukan makan dengan jenis satwaliar lain, namun tidak pernah terlihat persaingan secara kontak fisik dengan jenis satwaliar lain. Bentuk hubungan meraka bersifat netral (tidak ada persaingan). Beberapa satwaliar yang ditemukan makan bersama dengan merak hijau di hutan tanaman antara lain burung tekukur biasa (Streptopelia chinensis), babi hutan (Sus scrova) dan kijang (Muntiacus muntjak). Di hutan alam Payaman hanya pernah terlihat burung tekukur biasa yang sedang makan berdekatan dengan merak hijau. Di padang penggembalaan Sadengan ada beberapa jenis satwaliar yang sering terlihat makan secara bersama dengan merak hiiau antara lain banteng (Bos javanicus), rusa (Cervus timorensis), kancil (Tragulus javanicus), kijang (Muntiacus muntcak) dan babi (Sus scrova), jalak kerbau (Acridotheres javanicus).

 



Mahasiswa Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor


Kembali