Kunjungan Menteri LHK ke Taman Nasional Alas Purwo
 

TNALASPURWO.ORG – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) ingin  menjadikan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) di Banyuwangi sebagai salah satu wilayah destinasi wisata minat khusus di ujung timur Pulau Jawa. Beberapa fasilitas yang akan membantu percepatan integrasi baik dari segi konservasi, ekonomi dan pariwisata segera disatukan untuk dijajaki.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan, melihat potensi kekayaan alam TNAP yang telah di tetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu cagar biosfer dunia, dirinya harus segera mengambil langkah untuk berkomunikasi dengan Kementrian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementrian Pariwisata (Kemenpar).

Menurutnya, perlu ada beberapa fasilitas penunjang di TNAP yang harus segera dibangun. Di antaranya akses jalan, fasilitas perlindungan kawasan konservasi dan perlindungan heritage. Meski belum menyebut berapa besaran kucuran anggaran untuk percepatan pembangunan di kawasan TNAP, ia dalam waktu dekat akan segera berkomunikasi dengan Kemeterian PU dan Kemenpar untuk menjajaki hal tersebut.

“Di tingkat nasional kita komunikasikan dengan Kementerian PU dan Pariwisata, karena pengelolaannya untuk taman nasional otoritas sepenuhnya ada di LHK. Saya harus cek dulu ke kedua kemeterian itu,” kata Siti kepada wartawan ketika mengunjungi TNAP, Banyuwangi, Minggu (27/3/2016). Dia didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

“Peran konservasi yang bernilai tinggi di TNAP harus diintegrasikan dengan membangun aspek-aspeknya. Tidak hanya jalan tapi juga bangunan, fasilitas untuk keberlangsungan fauna di dalam,” sambung Siti.

Ditetapkannya TNAP sebagai salah satu jaringan cagar biosfer dunia, lanjut Siti, memiliki tantangan tersendiri. Seperti misalnya, mengelola kekayaan dan keunikan baik keanekaragaman hayati maupun budaya masyarakat lokal.

Penjajakan pengelolaan dan penanganan sampah dengan pelibatan masyarakat yang telah ia lakukan di kawasan TN Ujung Kulon juga akan diterapkan di TNAP. Jika aspek-aspek kelengkapan kepentingan konservasi dan pariwisata di TNAP terpenuhi, maka hal itu dianggap sebuah keuntungan bagi perkembangan sektor eco-tourism yang sedang getol dikembangkan di Banyuwangi.

“Kesiapan destinasi dan peran serta masyarakat dari kebersihan sampai pengelolaan dan penanganan sampah juga menjadi otoritas yang harus kita kembangkan juga. Konservasi juga berintegrasi dengan sektor ekonomi dan pariwisata,” pungkasnya.

Cagar Biosfer Blambangan meliputi kawasan seluas 678.947,36 Ha yang terbagi ke dalam 3 zona yaitu area inti seluas 127.855,62 Ha yang meliputi 4 kawasan konservasi terdiri atas 3 Taman Nasional (TN Alas Purwo, TN Baluran, dan TN Meru Betiri) dan satu Cagar Alam Kawah Ijen; zona penyangga seluas 230.277,4 Ha; dan area transisi (320.814.34 Ha).

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik ditetapkannya Cagar Biosfer Blambangan ke dalam jaringan Cagar Biosfer Dunia. Hal ini menjadi nilai tambah bagi Banyuwangi yang mengangkat konsep ekoturisme (ecotourism) dalam pengembangan pariwisata.

“Program Cagar Biosfer selaras dengan komitmen kami dalam mengusung konsep pengembangan wisata yang menyuguhkan keindahan lingkungan. Ini juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” imbuh Anas.

Selain mengunjungi TNAP, Siti Nurbaya juga akan melanjutkan kunjungan ke Taman Nasional Baluran dan Taman Nasional Bromo.

 sumber : http://news.detik.comIMG-20160328-WA0013IMG-20160328-WA0002


Kembali