Meta Iqomah
 

PERBANDINGAN PERSENTASE PENETASAN DAN MASA INKUBASI TELUR PENYU LEKANG (Lepidochelys o/ivacea Eschscholtz, 1829)

PADA PENETASAN ALAMI DAN SEMI ALAMI DI PANTAI MARENGAN, NGAGELAN, TAMAN NASlONAL ALAS PURWO

(2004)

 

Oleh : Meta Iqomah

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan persentase penetasan  dan masa inkubasi telur penyu lekang (Lepidoche!ys o/ivacea Eschscholtz, 1829) pada penetasan alami dan semi alami di Pantai Marengan, Ngagelan, Taman Nasional Alas Purwo. Penetasan alami adalah penetasan yang dilakukan di sarang asli tempat penyu bertelur, sedangkan penetasan semi alami adalah penetasan dengan cara memindahkan telur dari sarang asli ke tempat lain yang berlingkungan sama.

Sampel dipilih secara acak berupa enam sarang peneluran penyu lekang dari enam sarang yang berbeda. Jumlah telur dari tiap-tiap sarang dipisahkan menjadi dua bagian, untuk ditetaskan masing-masing enam sarang alami dan semi alami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kelompok perlakuan, yaitu penetasan alami dan penetasan semi alami. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji t untuk membandingkan persentase penetasan dan masa inkubasi antara penetasan alami dan semi alami.

Hasil penelitian menunjukkan persentase penetasan pada penetasan alami adalah 81,51±13,37% dengan rata-rata masa inkubasi adalah 53,17±3,31 hari. Persentase penetasan pada penetasan semi alami adalah 82,96±6,52% dengan rata-rata masa inkubasi adalah 55,67±5,39 hari. Analisis menunjukkan bahwa persentase penetasan dan masa inkubasi telur penyu lekang pada penetasan alami dan semi alami tidak berbeda nyata.

Melihat hal ini, maka dapat disimpulkan bahwa penetasan telur penyu lekang secara semi alami di Ngagelan, Taman Nasional Alas Purwo dapat memberikan hasil yang sama dengan penetasan telur penyu lekang secara alami di Pantai Marengan, sehingga penerapannya perlu terus dilakukan untuk meningkatkan populasi penyu lekang di alam mengingat penjagaan yang lebih intensif dilakukan pada penetasan semi alami mulai penanaman hingga pelepasan tukik ke laut lepas.

 



Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya


Kembali