Mochammad Lutfi Zarkoni
 

PLENGKUNG BEACH (G-LAND) THE DILEMMA OF A WORLD CLASS SURFING SITE IN BANYUWANGI REGENCY

(2004)

Oleh : Mochammad Lutfi Zarkoni 

            Pantai Plengkung adalah salah satu obyek pariwisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Lokasi dari pantai ini adalah 83,8 kilometer sebelah selatan dari Kota Banyuwangi, yaitu di dalam daerah konservasi Taman Nasional Alas Purwo. Pertama kali ditemukan sebagai tempat selancar air (surfing) pada awal 1970an. Pantai Plengkung memiliki ombak yang sangat besar dan sangat ideal untuk olahraga surfing. Dibandingkan dengan pantai-pantai lain di Banyuwangi dan daerah Jawa Timur, Plengkung merupakan pantai yang paling indah dan terbaik untuk surfing. Pantai di sepanjang Plengkung memiliki pasir putih dan banyak terumbu karang. Plengkung telah dikenal oleh masyarakat luar negeri sebagai pantai dengan ombak kiri (ombak bergerak ke arah kiri) yang paling konsisten di seluruh dunia. Banyak kejuaraan dunia surfing diadakan di Plengkung dan beberapa telah menjadi perlombaan paling seru di dunia. Jungle camp adalah penginapan yang tersedia di Plengkung. Kelestarian dan pesona alam yang ada di Plengkung merupakan pesona unik tersendiri yang banyak diminati wisatawan. Balai Taman Nasional Alas Purwo sangat melindungi kondisi alam semau obyek yang ada di dalamnya. Wisatawan domestik biasanya diseleksi dahulu sebelum diijinkan masuk ke Plengkung karena demi kelestarian alam di Alas Purwo. Budaya dan kebiasaan orang Indonesia yang cenderung merusak lingkungan telah menjadi kekhawatiran utama Balai Taman Nasional Alas Purwo untuk membuka Plengkung sebagai tempat umum. Ketenaran dan keindahan Plengkung ternyata hanya terkenal di luar negeri. Banyak orang Indonesia, khususnya orang Banyuwangi yang tidak tahu mengenai Plengkung apalagi reputasinya sebagai tempat kejuaraan dunia surfing. Pengembangan media promosi baru akan membantu untuk lebih memperkenalkan Plengkung sebagai harta karun Kabupaten Banyuwangi kepada wisatawan domestik terutama penduduk Banyuwangi. Dengan adanya media promosi baru, Plengkung mungkin akan dikenal lebih baik oleh wisatwan domestik dan dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi penduduk Banyuwangi.

 



¹ Mahasiswa Diploma III Studi Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Budaya UGM, Yogyakarta


Kembali