Ni Ketut Devi Puspita Sari
 

STRATEGI PENINGKATAN PARTISIPASI WISATAWAN NUSANTARA DALAM PELESTARIAN BURUNG DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO MELALUI BIRDWATCHING

(2005)

 

Oleh : Ni Ketut Devi Puspita Sari

Birdwatching merupakan aktivitas mengamati kehidupan liar burung di habitat asli. Birdwatching adalah salah satu bentuk kegiatan learning by doing yang diharapkan dapat meningkatan pengatahuan serta apresiasi dan partisipasi wisatawan nusantara dalam pelestarian burung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pamahaman awal wisatawan, memperkenalkan wisatawan pada kehidupan liar burung dan pelestariannya di Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) melaluai birdwatching dan memperoleh umpan balik dari kegiatan tersebut serta mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan birdwatching dalam pelestarian burung di TNAP. Penelitian ini bersifat experimental semu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Kegiatan birdwatching dilaksanakan pada liburan sekolah Juli 2004. Responden yang digunakan bersifat homogen artinya memiliki umur dan latar belakang pendidikan yang hampir sama. Responden terbagi menjadi wisatawan sebanyak enam orang ( mengikuti birdwatching) dan non wisatawan sebanyak 6 orang ( tidak mengikuti birdwatching atau sebagai kontrol). Lokasi lapangan yang digunakan untuk birdwatching adalah zona rimba TNAP yaitu jalur Sadengan – Pura Luhur Giri Salaka dan Simpang Tiga Sadengan – Sunglon Ombo. Pengambilan data menggunakan berbagai jenis kuisioner dan perlakuan berupa kegiatan pengamatan burung (Birdwatching). Wisatawan mendapatkan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal. Sedangkan post test untuk menilai perubahan pemahaman wisatawan akibat birdwatching. Post test pada non wisatawan berfungsi sebagai pembanding. Analisa data dilakukan melalui uji t (? = 0,05) dan deskriptif. Dari hasil penelitian didapatkan informasi bahwa dalam kemampuan awal, wisatawan lebih unggul sisi psikomotoriknya dibandingkan non wisatawan namun secara umum sama. Setelah birdwatching, wisatawan menunjukan kenaikan sisi pengetahuan, apresiasi dan psikomotorik dibandingkan non wisatawan. Disamping itu wisatawan diajak untuk mengukur efektivitas jalur pengamatan sebagai langkah awal pengukuran daya dukung lingkungan. Menurut wisatawan, jalur pengamatan burung yang ideal adalah Simpang Tiga Sadengan – Sunglon Ombo. Dengan demikian, birdwatching perlu dikembangkan sebagai salah satu sarana peningkatan apresiasi dan partisipasi wisatawan nusantara khususnya generasi muda dalam pelestarian burung di TNAP.

 



Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya Malang


Kembali