Pandhu Yuanjaya
 

PENGEMBANGAN EKOWISATA (ECOTOURISM) DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO KABUPATEN BANYUWANGI

 

Pandhu Yuanjaya

 

ABSTRAK

 

Keindahan alam dan keanekaragaman hayati merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan dengan kosep ekowisata. Ekowisata mengedepankan konservasi lingkungan, pendidikan lingkungan, kesejahteraan penduduk lokal dan menghargai budaya lokal. Ekowisata Taman Nasional Alas Purwo di Kabupaten Banyuwangi merupakan potensi unggulan yang mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan stakeholder dalam pengembangan ekowisata di Taman Nasional Alas Purwo.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari pegawai Balai Taman Nasional Alas Purwo, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pendapatan dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pengembangan ekowisata Taman Nasional Alas Purwo. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Agar diperoleh data yang benar-benar sesuai dengan kenyataan dan teruji validitasnya, maka dipergunakan trianggulasi data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model interaktif dari Miles dan Huberman.

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengembangan ekowisata Taman Nasional Alas Purwo yang dilakukan oleh stakeholder merupakan hasil dari kerjasama lintas sektoral yang didasarkan pada perencanaan dan pelaksanaan program yang searah, sejalan dan berkesinambungan. Pengembangan Ekowisata di Taman Nasional Alas Purwo di era otonomi daerah saat ini diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan nilai pengganda (multiplier effect). Kontribusi Taman Nasional Alas Purwo dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat ini didapat dari pajak hotel. Persentase pajak hotel dari Taman Nasional Alas Purwo dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 adalah sebesar 0,13%, 0,11%, 0,11%, 0,13%, 0,12% sehingga dapat memberikan gambaran kontribusi yang belum tergali secara optimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nilai pengganda (multiplier effect) dari ekowisata dapat dilihat dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto Kabupaten Banyuwangi dari sektor perdagangan, restoran dan hotel meningkat 24,80 persen pada tahun 2011 dari 24,42 persen pada tahun 2010.

Stakeholder yang terlibat harus segera membenahi pengembangan ekowisata ini agar lebih dapat menarik bagi wisatawan. Seperti optimalisasi pengemasan objek wisata, peningkatan kerjasama, mengembangakan atraksi wisata dan perbaikan sarana dan prasarana penunjang ekowisata.

 

Kata Kunci: Pengembangan Ekowisata dan Taman Nasional Alas Purwo


Kembali