Penyuluhan Perlindungan Hutan di Sembulungan
 

Dalam rangka perlindungan kawasan TNAP di wilayah SPTNW II Muncar, Balai TNAP bekerjasama dengan PT. Disthi Mutiara Suci melakukan pembinaan masyarakat khususnya masyarakat nelayan yang biasanya sandar sementara di Tanjung Sembulungan. Narasumber adalah Komandan Pos Angkatan Laut Muncar, Komandan Rayon Militer Muncar dan Dinas Kelautan dan Perikanan Banyuwangi. Kegiatan ini dipandu oleh Kepala SPTNW II Muncar. Dalam sambutan pembukaan, Kepala SPTNW II Muncar menyampaikan bahwa manusia dan lingkungan harus bisa bekerjasama dan saling menjaga.

Materi pertama disampaikan oleh Danramil Muncar Kapten Bambang yang menyampaikan harapannya agar nelayan bisa menjaga ketertiban di darat dan di laut serta waspada terhadap kedatangan orang asing khususnya penyewa perahu menuju Bali.

Materi kedua disampaikan oleh Danposal Muncar Letda Hermanto. Dalam materinya Beliau menghimbau kepada para nelayan untuk menangkap ikan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan dilarang menggunakan bom ikan atau alat peledak lainnya maupun menggunakan potasium. Disamping itu para nelayan juga diminta untuk menjaga hutan TNAP khususnya bambu yang dulu banyak digunakan nelayan sebagai alat tangkap ikan berupa bagan. Selama ini TNI AL telah melakukan pendataan perahu nelayan untuk mengantisipasi perahu asing yang masuk ke wilayah perairan muncar. Pada saat ini ada sekitar ± 1300 perahu nelayan dengan jumlah nelayan sekitar 13.000 orang.

Materi ketiga disampaikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Bapak Abidin yang memberikan penjelasan mengenai alas an menghilangnya ikan di perairan dalam 4 tahun terakhir ini. Hal ini disebabkan karena pada saat ikan melimpah para nelayan mengeksploitasi ikan secara besar-besaran tanpa mempertimbangkan daya tampung pabrik dan pasar ikan di muncar, sehingga banyak ikan hasil tangkapan yang tidak laku dibuang kembali ke laut dengan jumlah bisa mencapai 127 ton per hari. Disamping itu banyak nelayan yang menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti bom ikan, potasium, jaring troll dan slodo yang bisa mengakibatkan tertangkapnya benih-benih ikan.

Acara ditutup oleh ucapan terima kasih dari Kepala SPTNW II Muncar atas kehadiran dan peran serta masyarakat nelayan di sekitar kawasan dalam menjaga TNAP. Semoga kita semua sadar bahwa alam merupakan titipan Ilahi yang harus dijaga dan dilestarikan untuk kebutuhan anak cucu kita. (Bagyo Kristiono)


Kembali