Rio Avianto Santoso
 

PENGEMBANGAN PELUANG USAHA DALAM BISNIS EKOWISATA DI KAWASAN WISATA PANTAI PLENGKUNG KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR

(2003)

 

Oleh : Rio Avianto Santoso

Indonesia sebagai Negara kepulauan memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkannya produk wisata pantai. Jenis wisata ini semakin digemari oleh masyarakat baik kalangan anak-anak, pemuda dan remaja maupun orang tua. Namun demikian kondisi infrastruktur pendukung wisata pantai pada saat ini belum dapat mengikuti lajunya permintaan terhadap pengunjung. Salah satu contoh objek wisata pantai adalah Pantai Plengkung yang merupakan kawasan dalam Taman Nasional Alas Purwo yang berada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Hal ini didukung oleh satu dari sekian banyak pantai yang ada di Indonesia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah objek wisata pantai dan juga bisnis ekowisata. Namun demikian peluang potensi peluang usaha ini sangat penting untuk pengembangan Pantai Plengkung. Selain itu menarik pula untuk dikaji strategi pengembangan di kawasan Pantai Plengkung di masa yang akan datang.

Masalah yang akan dianalisis dalam penelitian ini mencakup beberapa hal , antara lain melihat dari sisi spply dan sisi demand. Selain itu permasalahan juga menyangkut strategi pengembangan wisata di Pantai Plengkung di masa yang akan datang berdasarkan kondisi internal dan eksternal. Tujuan penelitian ini antara lain mengidentifikasi usaha yang telah berjalan di Pantai Plengkung, mengidentifikasi kebutuhan pengunjung, mengidentifikasi potensi peluang usaha, dan mengembangkan suatu perencanaan bisnis ekowisata di kawasan Pantai Plengkung. Metode Penelitian yang digunakan adalah studi kasus yang dilaksanakan di Pantai Plengkung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder, sedangkan untuk menganalisis data digunakan analisis SWOT dan metode proporsi untuk menentukan jumlah minimum responden

Pantai Plengkung termasuk kawasan wisata yang diminati oleh setiap pengunjung khususnya pengunjung mancanegara, maka untuk mengetahui alas an-alasan mereka datang berkunjung perlu diketahui preferensi dan motivasinya. Berdasarkan data yang telah diambil di Pantai Plengkung, maka objek wisata yang paling disukai pengunjung adalah olahraga selancar (surfing) sebanyak 22 orang atau sekitar 53,66%. Fasilitas yang diinginkan oleh pengunjung yang belum terpenuhi adalah fasilitas telekomunikasi sebanyak 25 orang atau 43,86%. Analisis SWOT dilakukan dengan memadukan antara factor internal (kekuatan dan kelemahan) dengan factor eksternal (ancaman dan peluang) dan juga merupakan identifikasi berbagai factor  secara sistematis untuk merumuskan strategi pengembangan. Dari analisis SWOT didapat hasil yang dapat dijadikan saran yang dapat dipertimbangkan oleh pihak pengusaha  yang berada di Pantai Plengkung sehingga pihak Taman Nasional Alas Purwo dengan pengusaha dapat bekerjasama dalam pengembangan wisata khususnya di kawasan wisata Pantai Plengkung.

Diperlukan kerjasama yang baik antara pihak Taman Nasional Alas Purwo dengan pihak pengusaha dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Plengkung khususnya dari peluang usaha, karena antara peluang usaha yang ada dengan obyek wisata dapat saling mendukung keberadaan kawasan Pantai plengkung itu sendiri. Selain itu diperlukan ketegasan dari pihak pengelola Taman Nasional Alas Purwo dalam menerapkan aturan bagi pengusaha di kawasan Pantai Plengkung dan juga diharapkan munculnya para investor yang ikut dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Plengkung.



Mahasiswa Program Studi Diploma III Ekowisata Jurusan KSDH Fahutan Institut Pertanian Bogor


Kembali