Samsul Arif Huda
 

STUDI HABITAT TEMPAT BERISTIRAHAT Python molorus DI MUARA SUNGAI SUNGLON TAMAN NASIONAL ALAS PURWO BANYUWANGI

SELATAN

(1997)

 

Oleh : Samsul Arif Huda

            Keanekaragaman fauna Indonesia sangat menonjol sehubungan dengan keadaan tanah, letak goegrafis serta keadaan iklim yang sesuai sehingga mampu membentuk ekosistem yang kompleks dan ditambah pula dengan keanekaragaman floranya.

Keanekaragaman fauna Indonesia yang sangat melimpah semakin lama akan habis bila tidak adanya usaha perlindungan dan pelestarian. Kehadiran manusia sendiri secara langsung maupun tidak langsung akan mendesak kehidupan satwa liar sendiri, sehingga menyebabkan keanekaragaman hayati yang terdiri dari gen, spesies, ekosistem dan proses ekologi akan turun dan lama kelamaan akan hilang.

Ular merupakan salah satu dari berbagai jenis satwa yang terancam punah yang ada dibumi ini. Keberadaanya memang tidak luput dari pemburu yang berambisi untuk mendapat keuntungan dan kepentingan kantong pribadi.

Salah satu upaya perlindungan dan pelestarian terhadap satwaliar adalah dengan penunjukkan beberapa kawasan konservasi beserta kegiatan pengelolaan satwa yang baik dan lestari sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Pengelolaan satwa dan habitat serta hubungan timbal balik antara keduanya sehingga tercipta suasana ekosistem yang seimbang dan komplek. Bila suatu jenis satwa terancam punah maka tujuan pengeloaan adalah menjaga agar habitat dan jenis satwa tersebut dapat disurvival.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui habitat tempat beristirahat Python molurus di muara sungai Sunglon Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Selatan.

Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dengan analisis vegetasi metode transek untuk tingkat tiang dan pohon. Penempatan petak dengan provosive sampling dimana ditemukan python kemudian ditarik 10m kearah kanan dan 10m kearah kiri. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif yang ditujukan untuk mengetahui frekuensi/kehadiran relative, kerapatan relative, dominasi relative dan Indek Nilai Penting.

Dari hasil analisis vegetasi terdapat 7 jenis vegetasi yaitu Terminalia cattapa, Nipa frutecana, Baringtonia asiatica, ficus superb, Callophylum inophylum, Thespesia populnea dan ficus septica. Untuk jenis yang mempunyai INP tinggi pada tinggat pohon yaitu Terminalia cattapa, sedangkan untuk tingkat tiang jenis Callophylum inophylum dan Thespesia populnea.

Hasil pengamatan python banyak beristirahat pada jenis tumbuhan Callophylum inophylum dan Thespesia populnea dengan ketinggian 2,5m sampai 7m dari permukaan air. Karakteristik tumbuhan tempat beristirahat berdasarkan hasil pengamatan bentuk percabangan antara horizon sampai terkulai diatas permukaan air, bentuk tajuk bertingkat dan payung serta tidak bergetah, halus tapi tidak licin.

 



Mahasiswa Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Malang


Kembali