Susi Sumaryati
 

STUDI KOMPARASI DAYA DUKUNG LINGKUNGAN

TERHADAP PENDARATAN DAN PENETASAN SEMI ALAMI PENYU DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DAN TAMAN NASIONAL MERU BETIRI BANYUWANGI, JAWA TIMUR

(2001)

 

Oleh : Susi Sumaryati

Penurunan populasi penyu disebabkan oleh perburuan terhadap penyu yang semakin meningkat untuk dimanfaatkan daging dan karapasnya serta banyaknya pantai tempat peneluran penyu yang rusak. Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Marengan (T.N. Alas Purwo) dan Pantai Sukamade (T.N. Meru Betiri) di Kabupaten Banyuwangi. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor daya dukung Iingkungan di pantai yang biasa didarati oleh penyu yaitu Pantai Marengan dan Pantai Sukamade, mengetahui jumlah pendaratan dan tingkat keberhasilan penetasan semi alami penyu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan pengolahan data dilakukan dengan cara pemaparan melalui statistik deskriptif.

Terdapat 4 jenis penyu yang melakukan pendaratan di Pantai Marengan dan Pantai Sukamade yaitu penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan penyu belimbing (Dermochelys criacea). Penyu yang banyak melakukan pendaratan di Pantai Marengan (Taman Nasionaf Alas Purwo) adalah penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Pendaratan penyu lekang terjadi pada bulan April, Mei, Juni, Juli, Agustus dan mencapai jumlah pendaratan terbanyak di bulan Juni dan Juli yaitu pada musim kemarau. Penyu yang mendarat di Pantai Marengan mencapai puncaknya pada tahun 1999 dengan jumlah pendaratan 315 ekor, terendah tahun 1997 sejumlah 209 ekor, sehingga pendaratan tiap tahun rata-rata sejumlah 276 ekor. Penyu yang banyak melakukan pendaratan di Pantai Sukamade adalah penyu hijau (Chelonia mydas). Penyu hijau mendarat sepanjang tahun di Pantai Sukamade dan tidak dapat ditentukan pada bulan berapa penyu hijau banyak melakukan pendaratan karena setiap tahun selalu berubah. Selama lima tahun jumlah penyu yang mendarat di Pantai Sukamade mencapai puncaknya pada tahun 1996 sejumlah 806 ekor dengan jumlah yang bertelur 563 ekor dan yang mendarat tapi tidak bertelur (memeti) sejumlah 243 ekor. Terendah tahun 1997 sejumlah 427 ekor dengan jumlah yang bertelur 285 ekor dan yang memeti 142 ekor, sehingga pendaratan tiap tahunnya rata-rata sejumlah 430 ekor.

Metode yang digunakan dalam penetasan semi alami adalah metode transplantasi. Telur yang telah menetas menjadi tukik dipelihara selama 3 bulan pada bak pemeliharaan, setelah itu dilepas ke laut. Persentase penetasan di Taman Nasional Alas Purwo dari tahun 1996-2000 tertinggi dicapai pada tahun 1997 yaitu 85,46% dengan jumlah telur yang ditetaskan 25966 butir yang berhasil menetas 22192 butir dan terendah 78,43% pada tahun 1996 jumlah telur yang ditetaskan 19176 butir, yang berhasil menetas 15039 butir. Persentase penetasan telur di Taman Nasional Meru Betiri tertinggi pada tahun 1996 yaitu 79,40%, jumlah telur yang ditetaskan 47660 butir yang berhasil menetas 37843 butir dan terendah 44,19% pada tahun 1997 telur yang berhasil ditetaskan 18929 butir dari 42835 butir.

Hasil pengamatan daya dukung lingkungan di Pantai Marengan menunjukkan kemiringan pantai berkisar antara 10°-12°, suhu pasir pada kedalaman 80 cm berada pada kisaran 28-29 °C. Persentase kandungan air dalam pasir berkisar antara 4,2780-8,2089%. Persentase ukuran butiran pasir (x) didominasi ukuran sedang (0,22<x<1mm) yaitu berkisar antara 68,6-95,5% dengan jenis pasir adalah pasir kwarsa dan pasir leboh. Vegetasi yang mendominasi adalah nyamplung (Calophylum inophylum) dan pandan (Pandanus sp.). Musuh alami penyu di Pantai Marengan adalah biawak dan musang. Pantai Sukamade memiliki kemiringan berkisar 15°-20°, suhu pasir pada kedalaman 80 cm ada pada kisaran 28-29°C, persentase kandungan air 3,4402-8,3476%. Persentase ukuran butiran pasir (x) didominasi ukuran sedang yaitu 0,22mm<x<1 mm ada pada kisaran 49-95,5%. Dengan jenis pasir adalah pasir kwarsa. Vegetasi didominasi oleh jenis pandan pantai/gendugo (Pandanus tectorium), bogem (Baringtonia insignis) dan rumput surya (Spinifix Iitora/is). Musuh alami telur penyu adalah babi hutan, biawak, dan semut.

Kondisi daya dukung lingkungan berdasarkan parameter pengamatan menunjukkan bahwa Pantai Marengan dan Pantai Sukamade ada pada kisaran yang sama. Selain musuh alami dan perburuan penyu, faktor pembatas yang menentukan populasi penyu adalah tersedianya pantai tempat peneluran yang sesuai baginya.

 



Mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang


Kembali