Burung Bercula nan Setia di Taman Nasional Alas Purwo

Tahukah Sahabat Konservasi, ternyata ada juga loh burung yang memiliki cula, namanya burung Rangkong Badak (Buceros rhinoceros). Burung ini termasuk jenis dilindungi dan masuk dalam kategori rentan punah. Berbeda dengan cula badak yang berwarna abu-abu gelap atau hitam, cula  pada burung ini memiliki warna cerah yaitu perpaduan antara warna merah dan kuning. Rangkong badak termasuk jenis burung yang mudah dikenali. Selain memiliki cula yang khas, jenis ini juga memiliki ukuran tubuh yang besar (bisa mencapai 127 cm) dengan paruh yang [...]

Lelono dan lelaku (Bagian 2)

Bagian 2: (Mencoba) Mencari makna dan asal usul lelono Dari  beberapa literatur yang sangat  minim, saya  mencoba mencari tahu tentang  apa itu  lelono?  Untuk menjawab itu  perlu ada beberapa penguat hipotesa yang  sudah ada yaitu bahwa Lelono itu  adalah orang menggembara untuk tujuan spiritual. Langkah  pertama saya  mencari dari  definisinya lewat  kamus, kemudian mencari  arti dalam pandangan kejawen (atau kebatinan atau kepercayaan) dan yang ketiga mencari tahu terkait mitologi yang ada. Untuk yang pertama, Bila dilihat dari  definisi  lelono: kb, dari  [...]

Lelono dan Lelaku (Bagian 1)

Istilah Lelono bagi masyarakat sekitar Alas Purwo tidak asing sekali, karena itu merupakan sebutan bagi orang orang yang sering berjalan atau menetap selama kurun waktu tertentu di suatu situs atau tempat yang dikeramatkan. Istilah Lelono ini juga sering dikaitkan dengan istilah lelaku atau ritual yang amat beragam, sesuai dengan keyakinan dan ajarannya masing masing. Tentu ada banyak versi dan perspektif kalau kita bahas terkait  terminologi lelono dan sebagainya,itu wajar saja, semakin beragam maka akan semakin menarik.  Tapi  kali ini [...]

SI BURUK RUPA YANG TERANCAM PUNAH

Babi kutil (Sus verrucosus) dikenal sebagai babi terjelek di dunia. Sesuai namanya, babi ini memiliki daging keras yang menonjol seperti kutil di mukanya. Ada tiga pasang kutil yang membuat tampilan wajah babi ini menjadi tidak biasa. Sekilas, bagi orang awam, babi ini mirip dengan babi hutan (Sus scrofa). Namun jika dicermati, selain memiliki kutil, babi ini juga memiliki bulu memanjang atau surai mulai dari leher hingga pangkal tulang ekor. Babi kutil merupakan satwa endemik Pulau Jawa. Menurut Semiadi dan Meijaard [...]

AYO DUKUNG PEMERINTAH KURANGI PENGGUNAAN PLASTIK

Siapa yang tidak kenal plastik, hampir setiap hari kita menggunakan barang yang terbuat dari plastik, mulai dari pembungkus makanan hingga barang meubelair. Plastik, barang yang akrab dalam keseharian kita ternyata menimbulkan masalah karena sampahnya sulit terurai sehingga menjadi pencemar utama lingkungan terutama lautan. Hal tersebut mendorong para peserta konferensi Our Ocean ke-5 di Bali pada akhir Oktober 2018 menyuarakan untuk mengurangi produksi plastik. Komitmen untuk mengurangi penggunaan plastik di Indonesia dilakukan sebelum konferensi Our Ocean ke-5. Pemerintah Indonesia telah menyusun [...]

ALAS PURWO BERSOLEK, SAMBUT PARA PELANCONG DAN KAUM PENELITI

Jalan berbatu dan bergelombang sudah tak tampak lagi, bangunan tua nan usang telah berganti modern dan kokoh. Alas Purwo terus merias diri agar tampil elok menyambut para pelancong dan kaum peneliti. Hal tersebut guna mewujudkan misi Alas Purwo yaitu “Meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan”, dan “Menjadikan TN Alas Purwo sebagai pusat edukasi bidang konservasi”. Beberapa tahun belakangan ini, Alas Purwo sedang sibuk membenahi sarana prasarana pendukung pengelolaan kawasan terutama di bidang wisata, pendidikan, dan penelitian, mulai dari kantor balai, kantor [...]

Konservasi Lahan Eks Tambak, Alas Purwo Dukung Masyarakat Tegalpare Kembangkan Panorama Kili-Kili

Tegalpare, Desa Wringinputih. Masyarakat Tegalpare melalui Kelompok Masyarakat Pengawas Bangkit Remaja Tegalpare (Pokmaswas Baret) mengembangkan ekowisata mangrove di Kili-Kili, Teluk Pangpang. Pokmaswas Baret ini terbentuk pada bulan April 2017, sedangkan ekowisata mangrove ini diresmikan pada bulan Juli 2017. Walaupun terbilang masih baru, namun jumlah pengunjung yang mendatangi lokasi ini bisa mencapai 100 orang/hari di akhir pekan. Meskipun terkadang padat pengunjung, namun lokasi ini tetap bersih dari sampah plastik. Sepanjang jalur trekking di sebelah kiri atau kanan jalur disediakan tempat pembuangan [...]

Kurangi Penggunaan Pupuk Kimia, Alas Purwo Dorong Kelompok Binaan Kembangkan Pupuk Organik

Sumberasri, 5 Desember 2018. Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) bekerjasama dengan PT. Wana Wisata Alam Hayati dan PT. Plengkung Indah Wisata menyampaikan bantuan modal usaha pengembangan pupuk organik kepada Kelompok Tani Hutan Sumber Makmur. Modal usaha ini digunakan untuk memperbaiki rumah produksi pupuk organik yang saat ini kondisinya sudah tidak layak lagi. Harapannya, program ini dapat membantu mempermudah proses pengelolaan pupuk untuk menunjang peningkatkan mutu pertanian dan kemandirian kelompok. “Sebagian besar petani di Banyuwangi masih bergantung pada pupuk kimia, termasuk [...]

Workshop Napak Tilas Wisata Sejarah Sembulungan Balai TN Alas Purwo

Sembulungan merupakan salah satu wilayah di kawasan TN Alas Purwo atau lebih tepatnya berada di wilayah Resort Sembulungan, SPTN Wilayah II Muncar. Sembulungan telah melewati beberapa zaman dari zaman Prasejarah, Kerajaan Majapahit-Blambangan, Penjajahan Kolonial Belanda-Jepang sehingga tidak aneh terdapat potensi yang menarik terutama potensi sejarah disana. Potensi sejarah di Sembulungan berupa ditemukan 24 Bungker Jepang dengan 3 jenis bentuk Bungker yaitu Bungker dengan 1 ruangan, Bungker dengan 2 Ruangan dan Bungker dengan Multiruang. Pada kegiatan Revitalisasi Bungker tersebut hanya Bungker [...]

Pestisida Nabati

Oleh: Ayu Arini Syauquk, S.Si. (Penyuluh Kehutanan) Pestisida dari bahan alami telah sejak lama digunakan oleh masyarakat, termasuk masyarakat desa-desa penyangga Taman Nasional Alas Purwo. Masyarakat memanfaatkan tumbuhan yang ada di sekitar lingkungannya untuk dimanfaatkan sebagai pestisida alami. Namun seiring berjalannya waktu, tradisi tersebut perlahan menghilang akibat desakan kebutuhan dan teknologi yang tidak ramah lingkungan. Penggunaan pestisida kimia/sintetis dirasa lebih praktis dan ekonomis, namun dapat memberikan dampak negatif seperti residu yang tertinggal tidak hanya pada tanaman, tetapi juga pada air, [...]