Pemeliharaan Sekat Bakar Bersama MPA

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pernyataan ini juga berlaku untuk kebakaran hutan. Dengan program pencegahan yang baik maka kebakaran tidak perlu terjadi, sehingga biaya pemadaman dapat diperkecil serta kerusakan akibat kebakaran dapat dihindarkan. Pencegahan kebakaran meliputi pengurangan bahaya dan resiko kebakaran. Salah satu upaya pencegahan kebakaran hutan adalah dengan adanya sekat bakar.

Sekat bakar adalah jalur yang dibersihkan dari bahan bakaran untuk mencegah perambatan atau penyebaran api bila terjadi kebakaran. Sekat bakar dibagi menjadi dua yaitu sekat bakar buatan yaitu sekat bakar yang dengan sengaja dibuat pada lokasi yang rawan terjadi kebakaran hutan dan sekat bakar alami yaitu sekat bakar yang memang karena kondisi alam bisa difungsikan sebagai sekat bakar, seperti sungai, jalan, danau, dsb.

Pada musim kemarau, kebakaran hutan kerap terjadi di Taman Nasional Alas Purwo. Kejadian tersebut dapat merusak tumbuhan dan habitat satwa sehingga mengancam kelestariannya.  Apalagi di TN Alas Purwo ada tanaman hasil pemulihan ekosistem yang harus dijaga pertumbuhannya. Oleh karena itu harus dijaga agar tidak rusak akibat kebakaran hutan.

Pemeliharaan sekat bakar di TN Alas Purwo dikerjakan oleh petugas dan peran serta masyarakat dalam hal ini Masyarakat Peduli Api (MPA). Tanpa peran serta aktif masyarakat pencegahan kebakaran hutan akan sangat sulit dilakukan. Selain berperan langsung dalam kawasan hutan juga diharapkan masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan kebakaran hutan seperti melakukan pembakaran dalam penyiapan lahan pertanian.

“Ayo kita cegah kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat sejahtera hutan lestari”

Penulis : Bagyo Kristiono, SP. – Polisi Kehutanan Muda

Share this post