PEMETAAN BAHAN BAKAR TN. ALAS PURWO

Sebuah Upaya Pengendalian Kebakaran Hutan

Berdasarkan prakiraan musim kemarau dari BMKG bahwa wilayah Banyuwangi sudah memasuki musim kemarau. Oleh karena itu Balai Taman Nasional Alas Purwo meningkatkan status siaga kebakaran dari siaga III menjadi siaga II sesuai dengan Keputusan Kepala Balai Nomor SK.   /T.38/TU-4/PPI.4.4/6/2018 tanggal   Juni 2018. Dengan berlakunya status siaga II ini maka kegiatan patroli pencegahan kebakaran hutan bersama MPA segera dilaksanakan.

Sebelum kegiatan patroli dilakukan pembekalan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) tentang teknis kegiatan serta target kegiatan yang harus dicapai selama masa siaga II pada tanggal 21 Juni 2018 kemarin. Pembekalan ini disampaikan oleh regu Brigdalkarhut Macan Tutul Balai TN Alas Purwo kepada 22 orang anggota MPA Alas Puwo. Disampaikan bahwa target patroli pencegahan kebakaran hutan tahun 2018 adalah tidak terjadi kebakaran hutan. Adapun fokus capaian kegiatan patroli pada masa siaga II ini adalah selain tidak terjadi kebakaran juga melakukan pemetaan bahan bakar. Peta bahan bakaran ini akan digunakan untuk penentuan prioritas pemantauan kegiatan patroli pencegahan kebakaran hutan apabila memasuki status siaga I dimana pada saat itu kondisi cuaca sudah ekstrim.

Setelah pembekalan dilanjutkan dengan uji coba pengambilan data yang dilakukan pada saat melaksanakan patroli. Untuk data tahap awal ini adalah pemetaan alang-alang yang menjadi potensi bahan bakar paling rawan dan mudah terbakar. Sepanjang areal rawan kebakaran hutan di kawasan TN Alas Purwo ada tumbuhan alang-alang. Oleh karena itu harus dihitung luasan, ketebalan serta ketinggiannya sebagai upaya untuk antisipasi pencegahannya.

Setelah pemetaan alang-alang selesai akan dilanjutkan dengan bahan bakar yang lain yaitu serasah daun jati serta semak belukar dan tumbuhan perdu. Selain pemetaan bahan bakar selama kegiatan patroli juga harus melakukan pengecekan sumber air dan embung air. Apabila ditemukan embung yan mengalami kerusakan/kebocoran agar segera dilaporkan untuk segera dilakukan perbaikan. Embung inilah sebagai pemasok utama air pada saat melakukan operasi pemadaman. Oleh karena itu embung harus selalu dalam keadaan baik dan siap untuk diisi air khususnya pada saat kondisi ekstrim.

Dengan persiapan yang matang serta usaha yang keras dan pantang menyerah semoga kegiatan patroli pencegahan kebakaran hutan bersama MPA ini dapat berjalan dengan baik serta dapat mencapai target tidak terjadi kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Alas Purwo.

 

Oleh : Bagyo Kristiono, SP. (Polisi Kehutanan Muda)

Share this post